KALTARA

BPBD : Tak Ada Laporan Kerusakan akibat Gempa Bumi di Nunukan dan Tanjung Selor

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Andi Santiaji Pananrangi mengungkapkan, menyusul adanya kejadian gempa bumi di wilayah Kaltara, Rabu (17/02/2021) malam, pihaknya telah melakukan pemantauan di lapangan. Termasuk koordinasi dengan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika).

“Sampai dini hari ini, belum ada laporan adanya kerusakan akibat gempa ini. Termasuk korban jiwa, juga belum ada. Baik di Nunukan, maupun Tanjung Selor,” kata Andi Santiaji saat dikonfirmasi, Kamis (18/02/2021) sekira pukul 00.30 Wita ini.

Dia menyebutkan, pihaknya sejauh ini masih terus melakukan pemantauan. Utamanya di Nunukan dan Bulungan. Serta berkoordinasi dengan BPBD kabupaten/kota.

“Melalui kesempatan ini, kami imbau masyarakat untuk tenang. Jangan terpengaruh dengan informasi yang tidak jelas. Informasi yang benar hanya dari Pemerintah. Sekali lagi warga tenang, namun tetap waspada,” ujarnya.

Sebelumnya, gempa bumi tektonik mengguncang Tanjung Selor dan Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Rabu (17/2/2021) pada Pukul 22.31 Wita. Gempa tersebut berkekuatan 4,4 Skala Richter (SR).

Hal tersebut dibenarkan oleh pihak Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan, Bulungan.

Melalui rilis yang disampaikan, hasil analisis BMKG menunjukkan, gempa bumi memiliki parameter M=4.4 terjadi pada koordinat episenter pada 4.00 LU dan 117.45 BT, atau tepatnya berlokasi 64 km Timur Laut Tana Tidung, Kalimantan Utara pada kedalaman hiposenter 34 km.

Adapun jenis dan mekanisme gempa bumi. Yakni memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal.

“Dampak gempa bumi, berdasarkan laporan masyarakat gempa bumi ini dirasakan di Tanjung Selor dan Nunukan dengan intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk lewat). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulakan gempa bumi tersebut,” tulis rilis yang disampaikan akun WhatsApp resmi milik BMKG Bulungan.

Hingga Pukul 23.03 Wita, pihak BMKG memastikan tidak ada gempa bumi susulan (aftershock). Hal itu sesuai dengan hasil monitoring BMKG sejauh ini. Untuk itu masyarakat diminta jangan panik alias tetap tenang.

“Kepada masyarakat di wilayah Tanjung Selor dan Nunukan diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegas BMKG.

Dalam rilis itu juga disebutkan, agar masyarakat memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG. Baik yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), ataupun melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (username: pemda password: pemda-bmkg) atau infobmkg. (Lb-1)

 

Leave a Comment