KALTARA

Pembatasan Jam Operasional Pelabuhan Tengkayu I Dicabut

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara, melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengeluarkan edaran, terkait pencabutan pembatasan jam operasional Pelabuhan SDF Tengkayu I sejak 3 Agustus. Dalam surat edaran No.550/548/Dishub-Set/VIII/2020 ini memuat 7 point, perubahan atas surat edaran No. 550/416/Dishub-Set/VI/2020, tentang pengoperasian angkutan sungai dan danau penyebrangan dalam wilayah Provinsi Kaltara.

Disebutkan, selain calon penumpang wajib menjalankan protokol kesehatan, pihak Pelabuhan juga wajib mempersiapkan fasilitas, cuci tangan beserta sabun. Kemudian, ruang tunggu dengan penanda jarak, serta alur penumpang datang dan berangkat, untuk meminimalisir kontak fisik. “Di point 5, waktu operasional pelayanan Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, kembali ke jadwal semula, yaitu pukul 06.00 Wita sampai 17.00 Wita. Jadwal keberangkatan juga dikembalikan ke jadwal semula,” kata Kepala Bidang Perhubungan Laut dan ASP Dinas Perhubungan Kaltara, Datu Iman Suramenggala saat dikonfirmasi, Senin (3/8/2020).

Ia menjelaskan, karena berkurangnya penumpang saat pandemi Covid-19 sebelum ini, jumlah armada dikurangi. Dari pantauan Dishub Kaltara ada peningkatan di akhir pekan kemarin, akhirnya diambil keputusan untuk mengembalikan jadwal keberangkatan. Namun, teknis di lapangan tetap diatur oleh Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyebrangan (Gapasdap).

Dishub Kaltara, kata Datu Iman, hanya memfasilitasi jadwal keberangkatan kembali ke semula, sebelum adanya Covid-19. Namun, misalnya penumpang berkurang lagi, maka pihaknya akan melakukan penyesuaian. Kemudian, untuk tiket yang berlaku menggunakan tarif lama sampai dengan ditetapkannya tarif baru, berdasarkan surat Keputusan Gubernur Kaltara.

“Kalau surat edaran terakhir, kan kita jatah itu armada tujuan Tanjung Selor cuma 4 dan dari Tarakan juga 4 armada. Ini sudah meningkat penumpangnya, kan seperti di akhir pekan itu tidak mungkin kita masih mengurus lagi administrasi penambahan armada. Kalau sekarang kan tentative saja, misal penumpang ada, ya berangkat. Kalau tidak ada, tidak mungkin kan berangkat,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Gapasdap Tarakan, Mulyadi menuturkan pihaknya keberatan dengan point 5, terkait pengembalian jadwal ke semula. Ia mengaku, jika melihat peningkatan arus penumpang masih terlalu jauh dari sebelum masa pandemi. “Masih berat kita lakukan (jadwal kembali ke semula). Makanya, kita masih intens berkomunikasi dengan Dishub Kaltara, bagaimana solusinya,” kata dia.

Sebelum pembatasan jam operasional dicabut, untuk penjadwalan disusun Gapasdap. Sehingga, menyesuaikan perkembangan arus penumpang. Jadi, misalnya armada dari Tanjung Selor yang awalnya 2 armada naik menjadi 3 armada, diatur bersama anggota. “Satu sisi jika kita mengikuti ini (kembali ke jadwal semula), mungkin belum waktunya lah, belum saatnya lah,” imbuhnya.

Ia mengaku akan mencoba berkoordinasi dengan Dishub Kaltara, untuk mendapatkan solusi bersama. Jika tidak diakomodir, kata dia, sudah jelas di surat edaran yang saat ini mengembalikan jadwal semula, pasti ada bagian yang tetap bertahan dengan jadwal yang ada. “Nanti, pasti terjadi pro dan kontra,” tandasnya. (*kk)

 

Leave a Comment