KALTARA

Gunakan Ambulans Air, Balita 1 Tahun Penderita Hirschsprung Dirujuk ke RSUD Tarakan

Balita yang akan dirujuk ke Tarakan dari Tanjung Selor, menggunakan speedboat (ambulans air) milik Pemprov Kaltara.

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Nasib kurang beruntung dialami balita umur 1 tahun warga Bulu Perindu, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan ini. Di usainya yang masih sangat belia, dia menderita penyakit hirschsprung atau kesulitan saat buang air besar (BAB). Tak bisa ditangani di RSUD Tanjung Selor, balita ini harus dirujuk ke RSUD Tarakan.

Rabu (1/7/2020) sekitar jam 10.00 Wita, dia akhirnya dirujuk ke Tarakan menggunakan Speedboat Ambulans Air milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Rencananya, putri pertama pasangan Jumaidi Akhir dan Megawati tersebut bakal dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis lebih jauh.

Kepala Dinkes Kaltara, Usman melalui Kabid Yankes dan SDK, Dedy Prasetya mengatakan, selain balita umur 1 tahun, ada juga pasien dewasa yakni ibu Mardiana (44), yang didiagnosa memiliki kista dan harus dioperasi. “Jadi ada dua pasien hari ini yang kita rujuk ke RSUD Tarakan, dan keduanya warga dari Bulu Perindu,” katanya.

Dilanjutkan, ambulans air sendiri merupakan salah satu program pelayanan kesehatan dari Pemprov Kaltara. Penggunaan ambulans air, diutamakan bagi pasien miskin secara gratis. “Ambulans air diharapkan dapat menjadi solusi untuk melayani pasien miskin yang kesulitan transportasi saat dirujuk ke rumah sakit provinsi di RSUD Tarakan. Utamanya, dari Tanjung Selor, ibukota provinsi dan sekitarnya,” ungkap Dedy.

Sejak mulai dioperasikan awal 2018 lalu, hingga 2019 tercatat sudah puluhan pasien rujukan dari Tanjung Selor ke Tarakan yang terlayani. Selain pasien rujukan, ada juga pasien dengan gangguan jiwa yang diantar menggunakan ambulans air milik Dinkes Kaltara. (lb-2)

Leave a Comment