KALTARA

Disperindagkop Harapkan Aturan Baru Mudahkan Importir

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Belum lama ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI telah menerbitkan 17 regulasi tata niaga impor. Di mana secara teknis kebijakan ini akan memberikan kemudahan kinerja industri yang menggunakan bahan baku impor.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kaltara, Hartono mengungkapkan, pelaku industri Kaltara diharapkan bisa mendapatkan kemudahan dari adanya penyederhanaan  aturan impor yang baru.

“Regulasi ini tentu sangat menguntungkan bagi Kaltara yang sedang persiapan dalam meningkatkan kinerja ekspor dari komoditi hasil industri,” kata Hartono.

Lebih detail, 17 poin yang ada mengatur masuknya komoditas impor dengan kriteria dilarang sebagian atau larangan terbatas (lartas). Komoditas yang seyogianya harus melalui pemeriksaan sebelum masuk kawasan kepabeanan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, saat ini skemanya diubah dengan ditangani langsung oleh masing-masing kementerian terkait.

“Pihak importir dapat mengefisiensikan waktunya dalam pengurusan izin serta dokumen barangnya. Dimana saat ini skemanya sudah online. Pihak pemeriksanya pun disesuaikan dengan jenis komoditas impornya,” terangnya.

Untuk jenis Permendag sendiri, menurutnya dibagi sesuai dengan jenis barang yang diimpor. Atau secara rinci terdiri dari besi atau baja, baja paduan dan produk turunannya, jagung, produk kehutanan, mutiara, ban, mesin mulitifungsi berwarna, mesin fotokopi dan printer berwarna, bahan baku plastik, pelumas, kaca lembaran, keramik, intan kasar, produk holtikultura, hewan dan produk hewan, alat-alat ukur serta timbangan dan barang berbasis sistem pendingin. (humas)

Leave a Comment