KALTARA

25 Usulan Kaltara Diakomodir di RPJMN 2020-2024

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Pemerintah telah menetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024 dalam 7 Agenda Nasional. Dari ke 7 Agenda Nasional tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengajukan sebanyak 84 usulan progam untuk. Dan sebanyak 25 program yang diakomodir untuk dimasukkan ke RPJMN 2020-2024.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda-Litbang), dari 25 program yang diakomodir untuk Kaltara, 8 progam hasil dari Konreg Balikpapan dan 17 program dari Kortek Jakarta. Dengan rincian 20 program masuk major project dan 5 progam masuk non major project.

“Dari berbagai usulan Pemprov Kaltara pada pra Musrenbangnas (Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan Nasional) di Bali, keluarlah highlight data usulan untuk Kaltara, 25 program yang diakomodir. Bisa saya sampaikan bahwa data tersebut masih prematur,” kata Bertius, Kepala Bidang Pengkajian, Perencanaan Daerah dan Pengendalian Pembangunan Bappeda-Litbang Kaltara, saat ditemui dikantornya baru-baru ini.

Prematurnya data hasil pra Musrenbangnas Bali, kata Bertius, karena Pemprov Kaltara belum menyandingkan data hasil pra Musrenbangnas dengan data usulan Pemprov Kaltara. Hal lainnya, belum adanya penjelasan resmi dari pemerintah pusat untuk program-program yang diakomodir tersebut. “Kita hanya dapat tayangan atau presentasi saja dari program-progam yang diakomodir dan yang tidak,” ujarnya.

Bertius menjelaskan, Pemprov Kaltara segera berkomunikasi kembali dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, atas usulan yang belum diakomodir terutama program strategis di Kaltara yang belum diakomodir. “Kita berharap dari kesempatan berdiskusi dengan Bappenas, akan ada penambahan progam dari yang sudah terakomodir, termasuk usulan yang tidak diakomodir kita usulkan juga,” harapnya.

Untuk penetapan RPJMN 2020-2024 sendiri akan dipercepat pada bulan Januari 2020. “Keputusan hasil akhirnya masih lama karena masih ada Musrembangnas lagi, kemudian akan dibuat rancangan akhir RPJMN sebelum ditetapkan,” tutup Bertius. (humas)

Leave a Comment