KALTIM

Tangani Banjir Samarinda, Gubernur Isran Noor Perintahkan PU Keruk Sungai Karang Mumus

Foto/dok Humas Kaltim

SAMARINDA, lintasbenuanta.com- Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor akan melakukan sejumlah langkah untuk menangani masalah banjir di beberapa daerah di Kaltim seperti Samarinda, Balikpapan dan Bontang. Menurut Isran, khusus untuk Samarinda, pengerukan Sungai Karang Mumus (SKM) harus dilakukan karena pendangkalan di sejumlah titik SKM sudah mencapai 75 hingga 80 persen. Dampaknya jelas terlihat saat hujan dengan intensitas tinggi ditambah air pasang Sungai Mahakam, maka air SKM akan meluap ke jalan dan rumah-rumah penduduk, dan selanjutnya terjadilah banjir.

“Di awal ini kita sudah siapkan Rp 1,9 miliar. Nanti akan kita tambah lagi Rp 20 miliar di APBD Perubahan 2019. Kita swakelolakan kerja sama dengan TNI. Saya sangat berharap masyarakat mendukung upaya pemerintah untuk menangani banjir ini,” kata Isran Noor saat berdiskusi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR dan Pera) Kaltim HM Taufik Fauzi dan Kepala Dinas Perhubungan Kaltim H Salman Lumoindong saat transit di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab menunju London untuk menghadiri Indonesia Infrastructure Investment Forum (IIIF) di London ( 2/9).

Untuk program pengendalian banjir ini, Pemprov Kaltim akan bekerja sama dengan Kodam VI Mulawarman, ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Gubernur Kaltim dan Danrem 091/ASN untuk pekerjaan swakelola pengerukan SKM melalui APBD 2019. Untuk mendukung kelancaran penanganan permasalahan banjir ini, koordinasi intensif dilakukan dengan Pemkot Samarinda dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III sebagai perpanjangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Dinas PU Kaltim dan Korem 091/ASN bertugas melakukan pengerukan, BWS melakukan penurapannya dan Pemkot Samarinda melakukan sosialisasi kepada warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai (DAS),” terang Isran.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kaltim HM Taufik Fauzi menambahkan pihaknya akan melakukan koordinasi intensif dengan jajaran terkait di Pemkot Samarinda. Aksi yang akan segera dilakukan adalah mengeruk sejumlah titik sungai yang terjadi pendangkalan agar aliran air menjadi lancar. “Di antaranya di sekitar Gang Nibung di Jalan Dr Soetomo dan penyempitan sungai di belakang Pasar Segiri,” tegasnya.

Taufik juga memastikan pihak Korem 091/ASN sudah menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk pengerukan SKM ini. Peralatan yang disiapkan antara lain eksavator dan media pengangkut alat berat di sungai.

Pembuangan disposal dari lumpur dan sampah sungai itu pun sudah dibahas. Alternatifnya dibuang ke sejumlah lubang bekas tambang tidak jauh dari pusat kota. Beberapa lokasi lain juga dipertimbangkan menjadi lokasi pembuangan disposal pengerukan SKM.

“Yang pasti Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi sangat serius melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah banjir di Samarinda dan daerah-daerah lainnya di Kaltim,” tegas Taufik lagi.

Selain Samarinda, Pemprov Kaltim juga memberikan perhatian untuk pengendalian banjir di Kota Bontang dan Balikpapan. “Untuk Bontang saat ini sudah proses lelang. Programnya pengerukan Sungai Kuntung senilai Rp 29 miliar,” kata Kepala Dinas PUPR dan Pera Kaltim HM Taufik Fauzi di London, Selasa (2/7/2019).

Sedangkan untuk Kota Balikpapan bahkan sudah dilakukan penandatanganan kerja sama antara BWS, Pemkot Balikpapan dan Dinas PUPR Kaltim. Guna pengerukan Sungai Ampal di Balikpapan, Pemprov menyediakan ruang anggaran sekitar Rp20 miliar.

Selanjutnya segera dilakukan penandatanganan kerjasama dalam koordinasi Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Gubernur dan tiga walikota. (humasprovkaltim)

Leave a Comment