KALTARA

Polisi Usut Pria Hidung Belang Pemesan PSK dalam Kasus Prostitusi Online Tarakan

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus prostitusi online di Tarakan. Setelah menetapkan satu orang tersangka, berinisial DP—mucikari praktik prostitusi lewat jalur daring itu, polisi juga mengusut para pria hidup belang yang biasa memakai jasa dari para PSK (penjaja seks komersil) yang diitawarkan DP.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, polisi sudah mengetahui siapa-siapa pria yang memesan PSK berinisial NDD, mahasiswi yang diamankan beberapa waktu lalu. Direktur Krimsus Polda Kaltara, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra, melalui PS Kanit 2 Subdit 4 Tipidter Dit Reskrimsus Polda Kaltara AKP Guntar Arif Setiyoko mengungkapkan, pihaknya  sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi dalam kasus itu. Dari hasil pemeriksaan, salah satu pemesan yang menggunakan jasa NDD adalah seorang karyawan swasta berasal dari Kota Balikpapan, Kaltim. “Itu pemesan yang paling jauh. Selain itu, juga ada beberapa nama lain yang disebut,” kata Guntar.

Namun sayang, beralasan karena untuk kepentingan penyidikan, polisi enggan membeber siapa-siapa pria hidung belang yang biasa menggunakan jasa kenikmatan yang ditawarkan DP, lewat anak asuhnya.

Guntar mengatakan, dalam kasus itu, ada lima orang yang dilakukan pemeriksaan. Di antara saksi itu adalah, pengguna jasa prostitusi yang diamankan bersama muncikari dan PSKnya. Kemudian resepsionis hotel Tarakan yang merupakan lokasi tempat aktivitas prostitusi online itu diungkap. Hanya saja, Guntar tak menyebutkan sudah berapa yang menggunakan jasa NDD sebagai PSK.

Ditambahkan, dalam kasus itu, mucikari berinisial DP sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam waktu dekat, berkas kasus itu juga akan segera diserahkan ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Samarinda. “Dalam waktu dekat ini, kita akan tahap I. Semoga berkasnya lengkap semua,” harapnya.

Selain mengusut siapa pria yang menggunakan jasa prostitusi, polisi juga mencari para wanita yang diduga ‘menjual diri’ lewat online yang dijalankan oleh DP.

Seperti diketahui, kasus prostitusi online ini terungkap pada Sabtu (23/2) lalu, sekitar pukul 23.40 Wita di sebuah kamar nomor 212 salah satu hotel yang ada di Kota Tarakan. Dari pengungkapkan itu, selain mengamankan mucikari berinisial DP, polisi juga berhasil mengamankan PSK yang merupakan seorang mahasiswi berinisial NDD yang berada di dalam hotel tersebut.

Modus yang digunakan oleh DP dalam menawarkan wanita muda melalui WhatsApp Messenger kepada lelaki hidung belang. Dari transaksi itu, DP menawarkan wanita kepada pria hidung belang dengan tarif Rp1,750 juta. Hasil transaksi itu, DP sendiri mendapatkan uang sebesar Rp750 ribu dan Rp1 juta milik wanita yang berperan sebagai PSK. (rn)

Leave a Comment