KALTARA

Ekonomi Kaltara Triwulan II Bakal Tumbuh 6,30 Persen

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Perekonomian Kalimantan Utara (Kaltara) pada triwulan II 2019 diperkirakan tumbuh pada kisaran 5,90 hingga 6,30 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Dari sisi lapangan usaha, melambatnya ekonomi Kaltara bersumber dari perlambatan kinerja lapangan usaha pertambangan, pertanian dan industri pengolahan. Sementara dari sisi permintaan, penurunan kinerja terutama berasal dari ekspor luar negeri. “Di sisi lain, konsumsi pemerintah diperkirakan akan mengalami perbaikan di pertengahan tahun dan konsumsi rumah tangga (RT) diperkirakan dapat menahan laju perlambatan pertumbuhan Kaltara lebih dalam,” kata Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, berdasarkan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR) Provinsi Kaltara Februari 2019 yang dirilis Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Kaltara, Selasa (9/4).

Di sisi lain, investasi diperkirakan tumbuh membaik pada triwulan II 2019. Ini didorong oleh peningkatan realisasi investasi bangunan di pertengahan tahun yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun swasta. Selain itu, konsumsi swasta triwulan II 2019 diperkirakan tumbuh lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. “Berdasarkan hasil Survei Konsumen (SK) BI Provinsi Kaltara, angka Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Kaltara periode Desember 2018 sebesar 128,8 lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Naiknya optimisme masyarakat itu, diindikasikan berasal dari momen Hari Raya Idul Fitri dan mudik lebaran yang akan berlangsung pada triwulan II 2019. Adanya momen libur panjang tersebut dan didukung oleh pencairan Tunjangan Hari Raya umumnya akan mampu mendorong konsumsi rumah tangga,” beber Irianto.

Lebih lanjut, momen pemilihan legislatif (Pileg) di wilayah Kaltara yang akan diselenggarakan pada triwulan II 2019 juga diprediksi akan memberikan sumbangan positif terhadap ekonomi Kaltara. Terutama, pada konsumsi pemerintah dan konsumsi lembaga non profit rumah tangga (LNPRT).

Diuraikan Gubernur, secara kumulatif tahunan, ekonomi Kaltara tahun ini diperkirakan akan kembali tumbuh lebih baik dibandingkan tahun lalu dengan range sebesar 6,00 hingga 6,40 persen (yoy). Dari dalam negeri, peningkatan diperkirakan berasal dari lapangan usaha konstruksi sejalan dengan terus berlanjutnya percepatan pembangunan proyek strategis dan infrastruktur yang dilakukan sepanjang 2019. Salah satunya, proyek utama di Kaltara yaitu Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning yang akan dimulai melalui pembangunan PLTA Kayan Tahap I sebesar 900 megawatt di Kecamatan Peso, Bulungan. “Perkembangan terakhir, pembebasan lahan telah dilakukan di seluruh area yang harus dibebaskan untuk keperluan pembangunan bendungan PLTA Tahap I yang seluas 200 hektar lebih,” jelas Gubernur.

Pembangunan infrastruktur lainnya yaitu jalan perbatasan yang berdasarkan data dari Kementerian PU dan PR, sepanjang 2019 akan dilakukan pembukaan jalan perbatasan di Kaltara sepanjang 126 kilometer. Kemudian, konsumsi swasta diperkirakan akan tumbuh meningkat yang didorong oleh perbaikan ekonomi dan tersedianya lapangan kerja seiring dengan pembangunan proyek strategis di berbagai wilayah di Kaltara. Adanya momen Pileg dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 diperkirakan akan mampu mendorong konsumsi swasta Kaltara di 2019.(humas)

Leave a Comment