KALTARA

Kedua Kalinya, Kaltara Raih Penghargaan “Top Pembina BUMD”

TOP BUMD 2019: Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menerima penghargaan Top Pembina BUMD yang diberikan langsung Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono di Hotel Sultan Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com –  Pemerintah Provinsi (Pemprov)  Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menorehkan prestasi. Provinsi bungsu di Tanah Air ini, sebagai salah satu provinsi yang mendapatkan penghargaan “Top BUMD 2019. Penghargaan berupa Top Pembina BUMD pada Bankaltimtara, diberikan langsung oleh Wakil Ketua DPD RI  Letjend TNI (Purn) Nono Sampono kepada Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama beberapa kepala daerah lainnya di Hotel Sultan Jakarta Selatan,  Senin (29/4).

Irianto mengatakan,  penghargaan kategori Top Pembina BUMD ini merupakan yang kedua kalinya.  Sebelumnya penghargaan yang sama diraih pada 2018. Indikator penilaiannya,  komitmen sebagai kepala daerah untul mengembangkan perusahaan daerah.  “Alhamdulillah ini penghargaan yang kedua,  tahun lalu juga kita dapat sebagai pembina BUMD,  yakni Bankaltimtara,  di mana kita menjadi salah satu pemegang sahamnya,” kata Irianto.

Indikator penilaian lainnya, lanjut Gubernur adalah integritas. Artinya pembinaan yang telah dilakukan pada Bankaltimtara tidak hanya berdampak pada finansial ekonomi. Namun, juga mampu meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat dengan indikator yang terukur.

“Misalnya meningkatnya peluang investasi melalui penyaluran kredit khususnya bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM). Penyaluran kerjasama dengan koperasi seperti bantuan dana bergulir dari Kementerian Koperasi, serta Corporate Social Responsibility (CSR),” sebutnya.

Irianto menjelaskan, hadirnya BUMD diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja dan daya saing di daerah bagi pertumbuhan ekonomi. Apalagi saat ini,  persaingan BUMD bukan lagi perusahaan swasta, tapi sudah mencakup luas.

“Saat ini kita juga sedang memasuki era Revolusi Industri 4.0, di mana perubahan akan terjadi begitu cepat. Internet of Changes yang menjadi salah satu budaya hidup kita. Ini sangat berpengaruh pada perusahaan berlomba-lomba untuk mengambil keputusan perusahaan secara cepat,  agar tidak tertinggal dalam persaingannya,” jelasnya. Karena itu, Irianto mengimbau agar BUMD harus peka dan mampu mengimprovisasi diri. Pasalnya, di era industri 4.0 ukuran besar kecil bukan lagi ukuran suksesnya BUMD. Tetapi kemampuan membaca dan bergerak dengan teknologi secara cepat.

Sementara itu,  Wakil Ketua DPD RI,  Nono Sampono mengungkapkan, secara keseluruhan BUMD belum mampu memberikan dampak yang signifikan bagi pembangunan daerah. Karena itu perlunya pengaturan mekanisme BUMD.

“Dan itu dapat dilihat dari struktur modal badan usaha itu sendiri. Karena itu BUMD harus berbudaya korporasi dengan sistem kompetensi sumberdaya manusia BUMD. Sehingga perlu pengaturan agar saham yang berbentuk perusdah itu dimungiinkan dimiliki pihak lain diluar pemda. Tetapi privatisasi itu jangan hanya berorientasi pada profit,” kata Gubernur.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD RI, Nono Sampono mengungkapkan, secara keseluruhan BUMD belum mampu memberikan dampak yang signifikan bagi pembangunan daerah. Karena itu perlunya pengaturan mekanisme BUMD.

“Dan itu dapat dilihat dari struktur modal badan usaha itu sendiri. Karena itu BUMD harus berbudaya korporasi dengan sistem kompetensi sumberdaya manusia BUMD. Sehingga perlu pengaturan agar saham yang berbentuk perusdah itu dimungiinkan dimiliki pihak lain diluar pemda. Tetapi privatisasi itu jangan hanya berorientasi pada profit,” katanya. (humas)

Leave a Comment