INOVASI

Gubernur Luncurkan iKaltara, Aplikasi Perpustakaan Digital

Ramah Tamah HUT ke-4 Kaltara, Ajak Warga Selalu Berpikir Positif

Kepala ANRI menyerahkan plakat kepada Gubernur Kaltara saat peluncuran iKaltara, tadi malam. (inset) aplikasi iKaltara yang bisa diunggah dari playstore melalui smartphone.

IMG_0616

Kepala ANRI Mustari Irawan menyerahkan plakat kepada Gubernur Kaltara saat peluncuran iKaltara, tadi malam. (inset) aplikasi iKaltara yang bisa diunggah dari playstore melalui smartphone.

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus syukuran dalam rangkaian HUT ke-4 tahun Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu (22/04) malam tadi digelar resepsi ramah tamah di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Kaltara. Dalam kesempatan itu juga dilakukan peluncuran iKaltara, sebuah aplikasi perpustakaan digital atau online oleh Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie.

Aplikasi iKaltara bisa didownload melalui smartphone. Sehingga  masyarakat di manapun berada bisa mengakses atau membaca buku-buku online atau e-book, koleksi perpustakaan Provinsi Kaltara. “Di Indonesia baru ada tiga provinsi yang memiliki aplikasi ini. Yaitu DKI Jakarta, Kaltim dan yang ketiga Kalimantan Utara,” ujar gubernur di sela-sela peluncuran program baru yang dimotori oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kaltara itu.

Irianto mengatakan, pemerintah provinsi Kaltara berupaya memanfaatkan teknologi untuk beberapa program di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satunya, ada e-planning oleh Bappeda Kaltara. “Jadi saya nantinya cukup lewat HP (handphone) saja, sudah bisa memantau apa-apa kegiatan atau program yang direncanakan, maupun yang sedang berjalan,” ungkapnya.

Sementara itu, berkaitan dengan ramah tamah dalam rangka HUT ke-4 Provinsi Kaltara, gubernur mengajak masyarakat untuk mensyukuri dengan pencapaian yang sudah diraih Kaltara selama 4 tahun ini. ”Memperingati hari ulang tahun selalu kita lakukan, bukan hanya di Kaltara, tapi di seluruh provinsi. Usia 4 tahun adalah sebuah usia yang masih sangat muda, bahkan kalau manusia masih balita. Hal pertama yang harus dilakukan, adalah mari sama-sama kita bersyukur,” ungkap Irianto dalam sambutannya.

Selama perjalanan 4 tahun provinsi Kaltara, kata Irianto banyak hal dilalui. Dan diakuinya juga masih banyak PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan. Berikut juga banyak tantangan yang mesti dilalui dan dihadapi. “Namun kita harus tetap optimis, bahwa Kaltara bisa menghadapi semua tantangan yang ada,” tandasnya. Usia muda, lanjut Irianto, bukan halangan untuk mengejar ketertinggalan, dan mensejajarkan Kaltara dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Disebutkan, selama 4 tahun berjalan Kaltara telah membuktikan sebagai provinsi yang bisa ‘berlari’ kencang. Beberapa catatan, sebagai indikator kemajuan Kaltara, kata gubernur, bisa dilihat dari perkembangan provinsi termuda ini. “Pertama setelah diresmikan oleh Mendagri atas nama Presiden (22 April 2013), Kaltara tidak memiliki apa-apa. Termasuk dalam hal keuangan. Kaltara memiliki uang Rp 0. Sampai Oktober 2013, Kaltara belum memiliki APBD. Dan sekarang APBD kita Alhamdulillah mencapai Rp 2,9 triliun,” ungkapnya.

Pencapaian ini, lanjut Irianto, tidak bisa diraih, tanpa melalui kerja keras oleh semua elemen masyarakat. Utamanya pemerintah daerah, terlebih pimpinan daerahnya. Pencapaian lainnya, berupa penurunan angka kemiskinan, serta terus bertambahnya lapangan pekerjaan. Bahkan menurut data statistik mencapai 4000 dalam 4 tahun ini.  

Dalam kesempatan itu, gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie yang bertindak sebagai inspektur upacara, mengajak kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk para kepala daerah dan DPRD di provinsi ini untuk selalu menjaga kekompakan.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat, para bupati/walikota, dan anggota DPRD yang ada di Kaltara, mari kita selalu kompak. Melalui kebersamaan dan kekompakan, menjadi indikator utama percepatan pembangunan,” kata Irianto.

Selain harus disyukuri, hari ulang tahun, harus dijadikan momen untuk intropeksi serta melecut semangat optimisme untuk membangun Kaltara menjadi yang terdepan. Kepada masyarakat, gubernur juga memintau agar selalu menjaga kedamaian, dan yang terpenting lagi tidak mudah terpancing provokasi yang akan merugikan daerah. “Kalau daerah kita aman, damai, investor akan senang. Sebaliknya kalau ribut terus, investor akan lari ke daerah lain. Makanya sekali lagi saya mengajak semuanya untuk selalu kompak,” tegasnya. (azza)

Leave a Comment