BULUNGAN

Warga Kesal, Sebut Pembangunan Jalan di Selimau Asal-asalan

DPRD Minta Kontraktor Bertanggungjawab Memperbaiki

SUDAH RUSAK:  Jalan di daerah Selimau yang tampak sudah rusak. Jalan tersebut baru beberapa bulan lalu selesai dikerjakan.

SUDAH RUSAK: Jalan di daerah Selimau yang tampak sudah rusak. Jalan tersebut baru beberapa bulan lalu selesai dikerjakan.

20170108_161147-1TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Kerusakan di Jl Padat Karya daerah Sabanar Baru atau Selimau kian parah. Pihak perusahaan terkesan membiarkan. Pantauan media ini, lubang jalan pada aspal yang baru selesai dikerjakan pada akhir 2016 lalu itu, terliat semakin lebar.  Bahkan terdepan beberapa titik baru yang aspalnya mulai terkelupas.

Menanggapi kondisi ini, Ketua DPRD Kabupaten Bulungan Syarwani meminta kepada pihak kontraktor untuk bertanggung jawab memperbaiki. “Kami meminta kepada pihak kontraktor untuk memperbaikinya. Karena jalan itu masih dalam masa pemeliharaan. Jadi masih tanggung jawab kontraktor. Kemudian kepada pihak Pemkab Bulungan, semestinya jangan menerima saat jalan tersebut diserahkan, jika kondisinya masih rusak-rusak,” kata Suyarwani.

“Kalau sampai habis masa pemeliharaannya belum juga diperbaiki, maka dana pemeliharaannya tidak bisa diberikan,” imbuhnya. Menurut Syarwani, ada kemungkinan proyek peningkatan jalan sepanjang kurang lebih 1 kilometer tersebut tidak sesuai dengan perencanaan, atau tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.

“Kegiatan pengaspalan tersebut semuanya sudah tertuang di dalam perencanaan dan telah diatur oleh dinas terkait, tentang standarisasi. Bisa jadi proyek tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” ungkapnya.

Politisi Parrtai Golkar menambahkan, daerah Sabanar Baru hingga Selimau kondisi tananya tanahnya gambut. Sehingga seharusnya, dalam perencanaan konstruksi jalannya harus disesuaikan dengan kondisi tanah.  “Seharusnya disesuaikan, tidak disamakan dengan membangun jalan atau pengaspalan dengan daerah yang kondisi tanahnya keras. Kalau disesuaikan, konstruksi kuat, saya takin jalanan itu bisa terbangun dengan baik dan kuat. Ini yang harus dipikirkan,” tandasnya.

Karena proyek sudah berjalan, bahkan telah selesai dikerjakan. Sekarang tinggal komitmen pihak kontraktor untuk tetap melakukan pemeliharaan. “Kepada Dinas Pekerjaan Umum juga hasus melakukan pengawasan, agar semuanya dapat terkontrol dengan baik,” ucap Syarwani.     

Terpisah, Ketua RT 04 Kelurahan Tanjung Selor Timur, Maylisias menyesalkan hasil proyek peningkatan jalan tersebut. Harapan masyarakat untuk bisa mendapatkan jalan bagus, ternyata tidak berlangsung lama.

“Awalnya kami senang, sudah dibangunkan jalan. Tapi kenyataannya, hasilnya begini. Kesannya asal-asalan,” keluhnya.  “Proyek itu didanai APBD yang nota bene uang Negara, uangnya rakyat. Besarnya pun tidak sedikit, miliaran rupiah. Terus terang, kami masyarakat kecewa,” lanjut dia.

Masyarakat pun, karta Maylisias meminta kepada pihak kontraktor untuk bertanggungjawab, segera memperbaiki titik jalan yang mengalami kerusakan. “Kalau memang kualitasnya bagus, tidak mungkin lah hanya beberapa bulan dipakai sudah rusak begini. Ini baru beberapa bulan sudah banyak yang rusak,” tukasnya. (ant)

Leave a Comment