KALTARA

Pusat Kucurkan Rp 66 Miliar ke Kaltara

 

Untuk Peningkatan Produktivitas Pertanian

BERI PERHATIAN : Pemerintah Pusat mengalokasikan dana Rp 66 M untuk Kaltara sebagai upaya menggenjot produktivitas melalui sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kaltara.

BERI PERHATIAN : Pemerintah Pusat mengalokasikan dana Rp 66 M untuk Kaltara sebagai upaya menggenjot produktivitas melalui sektor pertanian dan ketahanan pangan di Kaltara.

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, dukungan pemerintah pusat ke Kaltara tiap tahun mengalami peningkatan. Meskipun anggaran negara saat ini terbatas, namun hasil komunikasi yang dilakukan berbuah manis. Salah satunya komitmen ditunjukkan oleh Kementerian Pertanian, yang tahun ini mengucurkan angggaran Rp 66 Miliar melalui Dinas Pertanian, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (DPKKP) Kaltara. Alokasi dana tersebut untuk menggenjot sektor pertanian dan perternakan serta ketahanan pangan di Kaltara.

Irianto menjelaskan, dari angggaran tersebut, Rp 10 Miliar dialokasikan Direktorat  Tanaman Pangan untuk produktivitas mutu hasil tanaman pangan. Sedangkan, untuk program Pemenuhan Pangan Asal Ternak dan Agribisnis Peternakan Rakyat pemerintah pusat mengalokasikan sebesar Rp 1,7 Miliar. Selanjutnya, Program Peningkatan Produksi Komiditas Perkebunan Berkelanjutan sebesar  Rp 3,5 Miliar.

“Tahun ini terdapat  tiga Kabupaten yang mendapat bantuan dan peningkatan sarana, seperti Bulungan yang mendapat total peningkatan produksi kedelai dan bantuan Padi Inbrida serta Jagung Inbrida seluas 4500 hektar dan di Nunukan seluas 1.650 hektar serta Malinau mendapat peningkatan seluas 20 hektar. Itu belum termasuk sarana penunjang lainnya seperti Combine Harvester, Rice Milling Unit, Gedung RMU, dan Corn Sheller,” ujar Irianto, Kamis (5/1).

Selain itu, lanjut Irianto lewat Program  Peningkatan Penyuluhan dan Pelatihan Pertanian, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,7 Miliar. Sedangkan Program Perluasan dan Perlindungan Lahan Pertanian sebesar Rp 44 Miliar. Selanjutnya, Program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Hortikultura sebesar Rp 2,9 Miliar serta Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat Sebesar Rp 663 juta.

Gubernur menilai bantuan dari Kementerian tersebut cukup relevan dengan program prioritas Pemprov Kaltara yang berkomitmen untuk mengembangkan rice dan food estate di Kaltara. Namun tentu tak menjadikan sektor lain tersisih dan tidak mendapat perhatian untuk dikembangkan.

Misalnya, di sektor peternakan dan kesehatan hewan, lanjut Irianto tahun ini mendapatkan lima ekor bantuan penjantan pemacek, serta pengadaan ternak sapi potong sebanyak 20 ekor. Selain itu Pemprov juga berkomitmen untuk mendukung program Sapi Indukan wajib Bunting (SIWAB) yang menjadi program kerja pemerintah pusat yang menargetkan 4 juta jumlah kelahiran sapi di tahun ini.

“Dana yang bersumber dari APBN tersebut telah memiliki DIPA yang dipastikan merata untuk kebutuhan masyarakat di berbagai sektor, dan tentu dana APBD juga akan dialokasikan sebaik-baiknya, harapan kedepan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan pangan dapat menunjukkan peningkatan sehingga bukan tidak mungkin akan mendatangkan investor,” terang Irianto. (hmsprov)

Leave a Comment