KALTARA

Pemprov Kaltara akan Bangun Pos Jaga Terapung di Sebatik

KERAMBA APUNG : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan nelayan di Kaltara.

KERAMBA APUNG : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memberikan perhatian serius terhadap kesejahteraan nelayan di Kaltara.

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, pihaknya menaruh perhatian serius terhadap program prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan. Karena itu, lewat Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara, tahun ini disesuaikan dengan kemampuan keuangan akan dilaksanakan berbagai program pengembangan sarana pengelolaan dan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

Salah satunya, kata Irianto, pemberian bantuan kepada nelayan-nelayan kecil. Termasuk rencana pembangunan Pos Jaga di Sebatik, Nunukan. Pos ini berfungsi sebagai kantor kesyahbandaran perikanan, pengawas perikanan, serta penerbitan ijin-ijin nelayan kecil.

“Pos ini akan jadi UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Pelabuhan Perikanan bersama  UPTD Pos Pengawas Perikanan yang rencananya akan dibangun terapung di atas perairan laut Sebatik, Nunukan,” ujar Irianto, Kamis (5/1).

Selain itu, informasi dari DKP Kaltara menurut Irianto akan dilakukan perbaikan Balai Benih Udang (BBU) di Kota Tarakan. Keberadaannya untuk memenuhi kebutuhan benih udang atau benur di Bumi Paguntaka tersebut. Sebab selama ini sebagian besar kebutuhan benur yang ada masih didatangkan dari luar Kaltara seperti Surabaya dan Makassar.

“Saya minta agar kebutuhan benur di Kaltara bisa dipenuhi sendiri tanpa harus mengambil dari luar. Alhamdulillah, pemerintah pusat memberikan respon positif atas usulan kita sehingga tahun ini lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) dialokasikan Rp 9,4 miliar,” jelasnya.

Anggaran itu, lanjut Irianto diperuntukan untuk membangun Pos Jaga Sebatik dan perbaikan Balai Benih Udang Tarakan. Selain itu untuk di Kabupaten Tana Tidung, yang telah dibangun Balai Benih Ikan akan dikembangkan lewat APBD Kaltara sebesar Rp 5,7 miliar. Dana itu digunakan untuk membangun saluran irigasi, ruangan balai, labolatorium basah, dan pos jaga. “Kami berusaha untuk menjangkau semua Kabupaten/Kota di Kaltara walaupun dengan ketebatasan dana yang ada,” ujarnya.

Sedangkan untuk nelayan di Kabupaten Bulungan khususnya di daerah Mangkupadi dan Sebatik, Kabupaten Nunukan akan dibantu dengan 100 Mesin Genset dan 300 anyaman dari bahan palstik. Irianto menekankan bantuan ini diperuntukkan untuk nelayan-nelayan yang penghasilannya masih di bawah Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

“Saya menyadari nelayan adalah salah satu unsur masyarakat yang masih banyak hidup di bawah KHL. Karenanya salah satu upaya pemerintah agar bisa terjadi peningkatan kesejahteraan nelayan akan kita bantu salah satunya mesin ketinting yang memakai bahan bakar gas elpiji agar lebih irit,” katanya.

Irianto juga menjelaskan, DKP akan memberikan bantuan untuk pembudidaya ikan kerapu di Sebatik sebanyak 12 ribu bibit. “Awalnya kita coba memberi bantuan tiga jenis ikan komoditi budidaya air laut antara lain ikan kerapu, bawal bitang, dan kakap. Namun keinginan para nelayan agar disesuaikan dengan ikan yang laku di pasaran maka bantuan yang diberikan adalah jenis kerapu,” sebutnya. (hmsprov)

Leave a Comment