KALTARA

Banyak Investor ‘Lirik’ Kaltara, Ratusan Triliun Rupiah Bakal Masuk

DILIRIK INVESTOR : Pantai Tanah Kuning yang rencananya akan dikembangkan menjadi Kawsan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI).

DILIRIK INVESTOR : Pantai Tanah Kuning yang rencananya akan dikembangkan menjadi Kawsan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI).

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Sejak resmi menjadi provinsi ke-34, pemodal besar baik dari dalam maupun luar negeri terus melirik Kalimantan Utara (Kaltara). Itu juga tak lepas dari upaya yang dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur meyakinkan pada investor.

Seperti diketahui, saat ini, sudah ada beberapa investor yang ingin berinvestasi di Bumi Benuanta –sebutan Kaltara. Di antaranya Hyundai, perusahaan asal Korea Selatan, China Harbour yang merupakan BUMN asal Tiongkok, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), dan PT Garam.

Sebelumnya, juga telah ada PT Kayan Hidro Energi yang bekerja sama dengan China Investment Coorporation untuk membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan.

“Kalau semua (investasi, Red) itu terealisasi, ratusan triliun uang yang masuk ke Kaltara,” ujar Gubernur Dr H Irianto Lambrie di sela-sela sambutannya pada peresmian Markas Komando (Mako) Subden I Detasemen C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim-Kaltara, pekan lalu.

Karena itu, Gubernur mengajak masyarakat Kaltara untuk memberi dukungan terhadap rencana investasi tersebut. Sebab, dampaknya akan meningkatkan perekonomian yang muaranya menyejahterakan masyarakat di provinsi bungsu ini.

Pembangunan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) misalnya, kata Gubernur, nantinya akan membuka lapangan pekerjaan hingga puluhan ribu orang. Begitu pula dengan pembangunan PLTA. Karena dirinya pun telah mengingatkan perusahaan-perusahaan yang ingin berinvestasi di Kaltara untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal, kecuali tenaga ahli yang memang tidak ada di Kaltara.

“Kalaupun kita belum menikmatinya sekarang, tapi anak cucu kita yang akan menikmatinya. Karena itu, saya mengajak semua pihak, termasuk masyarakat untuk memberikan dukungan,” ujarnya.

Selain berdampak ke masyarakat dengan terbukanya lapangan pekerjaan, dengan investasi yang mencapai ratusan triliun rupiah itu, juga akan berdampak pada pendapatan bagi daerah. Dengan pendapatan yang bertambah besar, kata Gubernur, maka pembangunan infrastruktur pun semakin cepat dirasakan masyarakat.

“Jadi, mari kita bersama-sama memberikan dukungan. Pemerintah daerah memberikan dukungan melalui kemudahan perizinan, masyarakat memberikan dukungan melalui peranannya. Misal, ketika ada lahan yang ingin dibebaskan, masyarakat juga memberi kemudahan,” kata Gubernur. (hmsprov)

Leave a Comment