KALTARA

APRI Dukung Tambang Emas di Sekatak Jadi Wilayah Pertambangan Rakyat

M Najmi Ramadhan

M Najmi Ramadhan

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Persoalan penambangan illegal di Sekatak, Bulungan hingga kini belum selesai. Meski sudah banyak yang ditangkap, dan telah dilarang oleh pihak yang berwajib, kegiatan penambangan masih saja dilakukan, dengan sembunyi-sembunyi.

Agar tidak berlarut-larut menjadi permasalahan yang tidak kunjung selesai, Asosiasi Pertambangan Rakyat Indonesia (APRI) Kaltara menawarkan solusi. Yaitu menjadikan lokasi tersebut menjadi wilayah pertambangan resmi atau legal. Dengan sebutan Wilayah Pertambangan Rakyat.

 “Kami dari APRI akan mendukung penuh agar areal yang ada potensi emasnya itu menjadi wilayah pertambangan rakyat. Yang tentunya, segala persyaratan dan dokumen-dokumen legalnya harus segera diurus,” ungkap M Najmi Ramadhan, ketua APRI Kaltara.

Dikatakan, beberapa hari lalu, dirinya bersama beberapa pengurus APRI Kaltara lainnya telah mendatangi lokasi tambang, termasuk bertemu dengan para tokoh masyarakat dan tokoh adat yang berada di Sekatak. “Kedatangan kami pun disambut baik oleh mereka. Melalui pemerintah desa juga sudah mengetahui, tentang kedatangan kami ke sana,” ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, selain untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, APRI juga ingin melakukan pembahasan bersama tokoh – tokoh Adat, mengenai aktivitas tambang emas itu. “Mereka mengharapkan tambang tersebut menjadi tambang  rakyat yang legal dan memiliki izin dari pemerintah,” ungkap Najmi.

Menyikapi harapan masyarakat itu, dalam waktu dekat, pemerintah desa serta tokoh adat Sekatak akan kembali melakukan pembahasan bersama, dan dari hasil pembahasan tersebut nantinya akan diteruskan ke pemerintah daerah. “Kami dari APRI akan mendampingi dan membawa hasil kesepakatan tersebut ke Pemerintah Kabupaten hingga Pemerintah Provinsi, melalui SKPD yang berwewenang mengeluarkan perijinan soal tambang,” katanya.

Najmi mengakui, untuk menjadikan lokasi tersebut menjadi kawasan tambang rakyat yang legal, tidak lah mudah. Semua butuh proses dan waktu. Karena harus melengkapi persyaratan-persyaratan yang diperlukan. “Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan penambangan di wilayah tersebut, selama masih dalam pengurusan. Karena untuk saat ini wilayah itu masih masih berstatus illegal,” tegas dia.

Masih berkaitan dengan kegiatan penambangan, selain di Sekatak, APRI juga akan melakukan peninjauan lokasi-lokasi tambang lainnya yang berada di Kaltara. “Dalam waktu dekat kami bersama tim akan mengkrosscek tentang perizinan dan lainnya. Harapannya, semua pertambangan yang ada di Kaltara, baik yang skala kecil maupun besar semuanya legal, resmi. Sehingga di suatu sisi tidak ada yang dirugikan, baik pemerintah maupun masyarakat. Hasil kroscek di lapangan ini, juga sebagai data dan laporan kami ke Kementerian,” imbuhnya. (ant)

Leave a Comment