KALTARA

Kaltara Kondusif, Investor Berdatangan

H Irianto Lambrie

H Irianto Lambrie

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie menyatakan akhir Oktober lalu, Bank Dunia merilis peringkat kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business di 190 negara yang berada di kawasan Asia Pasifik. Indonesia patut bersyukur sebab mengalami kenaikan dari peringkat 106 kini naik menjadi peringkat 91. Dengan naiknya Indonesia ke peringkat 91 itu, maka kemudahan berbisnis Indonesia telah melewati Filipina yang ada di peringkat 99.

“Meskipun masih jauh dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Namun sudah ada peningkatan dan diharapkan di tahun-tahun berikutnya melesat jauh dan bisa berada di peringkat 40 sesuai harapan Bapak Presiden (Joko Widodo). Ini penting karena peringkat kemudahan berbisnis merupakan salah satu indikator utama tingkat daya saing suatu negara,”ujar Irianto, Minggu (13/11).

Adanya kenaikan peringkat, lanjut Irianto tentu akan berdampak positif ke berbagai daerah di Republik Indonesia termasuk Kaltara. Terlebih provinsi termuda di Indonesia ini memiliki keunggulan komparatif yang relatif belum dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Irianto menjelaskan Kaltara memiliki prospek dan potensi yang sangat baik untuk pengembangan ekonomi baru di kawasan Asia Pasifik. Sebab didukung oleh kekayaan Sumber Daya Alam (SDA), posisi geografis dan geopolitik, di mana mempunyai kawasan perbatasan yang terpanjang di Pulau Kalimantan.

“Kuncinya yaitu Kaltara kondusif maka investor akan berdatangan. Tentunya kita juga harus berikhtiar dengan selalu kreatif dan berinovasi serta berpikir “Out of The Box” atau di luar rutinitas yang biasa dilakukan,”jelas Irianto.

Sebab lanjut Irianto potensi dan prospek yang positif ini tidak akan memberikan dampak yang besar. Tanpa didukung oleh soliditas sosial masyarakat dan jajaran pemerintahan di Kaltara yang siap untuk berubah. Dengan mengembangkan sikap dan cara berpikir yang inovatif, kreatif, berintegritas, berdisiplin dan berorientasi pada kemajuan.

“Kita harus dapat menciptakan kondisi dan iklim sosial yang ramah dan responsif terhadap percepatan realisasi investasi, baik investasi pemerintah dan BUMN maupun (terutama) investasi swasta nasional dan internasional,”katanya.

Sebab lanjut Irianto menurut Bank Dunia potensi kekayaan SDA hanya dapat memberikan kontribusi 10 persen bagi keberhasilan mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan suatu negara, bangsa, wilayah, dan masyarakat.

Tidak kalah penting, lanjut Irianto, dirinya juga tidak henti-hentinya selalu mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk bersama-sama menyatukan persepsi demi percepatan pembangunan. Dengan semangat kebersamaan, optimistis, tidak mudah menyerah dan mengeluh maka cita-cita bersama agar terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kaltara bisa diwujudkan.

“Kita harus memiliki sikap dan tindak optimistis. Dengan niat yang lurus, semangat tinggi, kebersamaan serta sikap optimistis. Tentunya dibarengi kerja keras dan tidak henti-hentinya kita selalu berdoa dan beribadah, Insya Allah akan diberi kemudahan,”ujarnya.(ant/hms)

Leave a Comment