Telusuri Dugaan Pencemaran Nama Baik Gubernur Kaltara, Polisi akan Panggil Sejumlah Saksi

ILUSTRASI
ILUSTRASI

TARAKAN, lintasbenuanta.com – Pihak Kepolisian Resor (Polres) Tarakan terus melakukan penyelidikan terkait dugaan pencemaran nama baik Gubernur Kaltara. Dugaan tersebut dilaporkan oleh Ormas Gerakan Bela Rakyat (Gebrak) Kalimantan Utara (Kaltara) yang digawangi Steve Singgih Wibowo ke Polres Tarakan, 24 Januari lalu.
Hal ini disampaikan Kapolres Tarakan AKBP Dearystone Supit melalui Perwira urusan Subbag Humas Ipda Taharman, S.Kom saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (9/2). “Masih dilakukan pemeriksaan, sudah 2 orang kita panggil untuk dimintai keterangan. Sementara mereka sebagai saksi,” ujarnya.
Dua orang saksi, kata dia masih diselidiki termasuk saksi pelapor dan sebatas dimintai keterangan.
Selain dua saksi tersebut, pihak Polres Tarakan juga akan memanggil beberapa orang lainnya. “Kita akan panggil beberapa orang lagi. Untuk sementara sebagai saksi. Namun tidak menutup kemungkinan bisa meningkat menjadi tersangka. Jika memang bukti-bukti menguatkan,” ungkapnya.
Sementara, untuk saksi dari media online yang dilaporkan saat ini diakui Ipda Taharman masih belum dilakukan. Pasalnya kebanyakan media online ini ada di luar kota.
“Untuk kesulitan belum ada sebenarnya dalam penyelidikan. Hanya kebanyakan saksi terlapor berada di luar Tarakan, jadi perlu waktu,” katanya.
Untuk diketahui, laporan Gebrak ke Polres Tarakan ini terkait 15 portal online yang menyebarkan informasi ke media sosial, soal aksi ‘demo’ oleh Aliansi Masyarakat Anti Korupsi di gedung KPK yang menuding Gubernur Kaltara menerima deposito Rp5 miliar untuk memuluskan izin tambang dan perkebunan.
Selain 15 portal online, Steve juga melaporkan oknum yang ikut menyebarkan informasi tersebut melalui akun jejaring sosial, serta oknum yang terlibat dalam melakukan aksi yang  demo yang diduga juga rekayasa di depan kantor KPK pada 17 Januari lalu itu.
“Laporan terkait pasal 318 ayat 10 pencemaran nama baik, kemudian UU ITE pasal 27 ayat 3, itu yang saya laporkan tadi. Berita yang disampaikan itu tendensius dan cenderung terstruktur dengan rapi. Saya yakin ada ada aktor intelektual yang menggerakkan secara massif untuk membuat fitnah yang dilancarkan kepada Gubernur Kaltara,” ujar Steve, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, penyebaran informasi tidak benar terhadap Gubernur bisa mengganggu iklim investasi yang ada di Kaltara. Apalagi, menurut dia, Kaltara sedang giat melaksanakan pembangunan serta melobi beberapa investor. “Ini kesannya berita-berita ini massif, redaksi penulisannya sama semua dengan media yang berbeda, kan aneh ini. Pasti ada yang menyusun dan merencanakan ini,” kata Steve. (*)

Artikel Terkait