Promosikan Wisata Kaltara di Acara “Remarkable Indonesia Fair”

PROMOSI PARIWISATA : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mendampingi Dubes RI untuk AS, Budi Bowoleksono dan Konjen RI di Chicago Rosmalawati Chalid saat pembukaan Remarkable Indonesia Fair 2017 di Gedung Navy Pier-Chicago, Minggu (24/9) waktu setempat.
PROMOSI PARIWISATA : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mendampingi Dubes RI untuk AS, Budi Bowoleksono dan Konjen RI di Chicago Rosmalawati Chalid saat pembukaan Remarkable Indonesia Fair 2017 di Gedung Navy Pier-Chicago, Minggu (24/9) waktu setempat.

CHICAGO, lintasbenuanta.com – Setelah sebelumnya mengisi kuliah umum di Northern Illinois University (NIU), Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie menghadiri acara “Remarkable Indonesia Fair” yang digelar oleh Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Gedung Navy Pier-Chicago pada Minggu (24/9) waktu setempat.
Dalam even internasional yang dibuka langsung oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk AS Budi Bowoleksono itu, Gubernur berkesempatan mempromosikan berbagai potensi Kaltara. Tak hanya untuk investasi, Irianto yang didampingi istri dan Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid juga mempromosikan potensi pariwisata di provinsi termuda di Tanah Air ini.
Gubernur mengatakan, beberapa potensi pariwisata yang ada di Kaltara dipaparkan dalam acara tersebut. Baik itu wisata budaya, maupun kekayaan alam berupa flora dan fauna yang dimiliki Kaltara. “Katara memiliki banyak potensi pariwisata yang menarik untuk dikunjungi. Salah satunya kekayaan hutan, seperti Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM) di Malinau yang merupakan salah satu hutan tropis terluas di dunia,” kata Irianto.
Selain kekayaan alam, Gubernur juga mempromosikan potensi wisata budaya masyarakat di provinsi ini. Kaltara, kata Irianto, dihuni oleh masyarakat yang beraneka ragam adat istiadat dan budaya. Kekayaan ini menjadi potensi tersendiri sebagai objek wisata yang layak untuk dikunjungi. “Terutama budaya asli daerah kita (Kaltara). Adat istiadat yang masih asli, menjadi daya tarik bagi wisatawan dari manca negara,” ujarnya.
Selain dua potensi utama tersebut, lanjut Irianto, Kaltara juga memiliki objek wisata sejarah. Seperti contoh di Tarakan yang memiliki historis Perang Dunia II. Begitu juga di Nunukan, dan Bulungan yang dulunya merupakan kerajaan. “Juga potensi wisata bahari yang cukup banyak di Kaltara,” lanjut Gubernur.
Irianto menegaskan, disamping promosi yang gencar, termasuk yang dilakukannya dalam even Remarkable Indonesia Fair di Chicago ini, berbagai dukungan juga harus disiapkan. Seperti dukungan infrastruktur, maupun penyediaan objek wisata itu sendiri. “Kita akui masih banyak yang perlu dibenahi di sektor pariwisata kita. Selain infrastruktur pendukung, juga bagaimana menyiapkan objek wisata itu menjadi layak dikunjungi,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, kata Gubernur, telah melakukan upaya-upaya untuk memenuhi sarana dan pendukung pariwisata di daerah ini. Seperti di antaranya, melalui Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Kawasan Permukiman (DPUTR-Perkim) yang mulai membangun infrastruktur jalan menuju objek-objek wisata yang ada. Kemudian juga dari Dinas Pariwisata (Dispar). Termasuk di antaranya rencana membangun Kapal Wisata. “Sinergisitas antara Pemprov dan Pemerintah Kabupaten dan Kota di Kaltara sangat diperlukan. Karena objek-objek wisata itu posisinya di kabupaten dan kota. Saya minta melalui OPD-OPD terkaitnya saling koordinasi, dan selalu bersinergi,” kata Irianto.
Hal lain yang tak kalah penting, lanjutnya, adalah konektivitas dari luar ke Kaltara maupun antar daerah di provinsi ini. “Sarana transportasi sangat penting. Orang yang ingin datang ke Kaltara butuh kemudahan dan kenyamanan. Makanya dengan masuknya Wings Air ke Tanjung Selor, merupakan kemajuan bagus untuk mendukung pariwisata kita,” ujarnya.
Sementara itu, masih dalam even Remarkable Indonesia Fair tersebut, selain mempromosikan wisata, Gubernur juga memaparkan potensi investasi di Kaltara. Dikatakan Irianto, tak hanya kaya akan kekayaan alam, Kaltara juga memiliki posisi geostrategis dan geopolitik yang penting bagi Indonesia. Salah satu potensi yang kini sedang dikembangkan di Kaltara adalah, pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA_ berupa aliran sungai sebagai sumber energi. Ada 4 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang akan dibangun di Kaltara. Dengan modal investasi swasta atau konsorsium pemerintah-swasta dari sejumlah negara.
Selain listrik, posisi strategis Kaltara yang berada di Selat Makassar, bisa menjadi peluang investasi di kepelabuhanan. “Di Selat Makassar itu, banyak sekali kapal membawa biji besi dan batubara dari Australia ke Asia Utara. Bila Kaltara memiliki pelabuhan laut internasional yang representatif, kapal-kapal tersebut dapat dibelokkan untuk berlabuh di Kaltara. Lalu membawa kargo, biji besi dan batubara (logam untuk furnish smelter),” ungkap Gubernur.
Kaltara, imbuhnya, juga berencana membangun Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi (Bulungan). Di kawasan industri yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) itu, telah masuk beberapa investor baik dari dalam maupun luar negeri. Seperti di antaranya ada PT Inalum (Persero), salah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan membangun pabrik Smelter. Kemudian Tsingshan Group dari China yang juga membangun smelter. Honghua, Al Bassam dan beberapa lainnya. “Saya kembali paparkan potensi investasi ini dalam acara tersebut. Dengan harapan ada minat investor-investor dari Amerika Serikat untuk berinvestasi di Kaltara,” imbuhnya.(humas)

Artikel Terkait