Ngaku Sebagai Guru, Rampas Perhiasan Murid SD di Tanjung Selor

ILUSTRASI
ILUSTRASI

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Ini peringatan bagi orang tua untuk tidak membebaskan anaknya memakai perhiasan berlebih ke sekolah.  Di SDN 001 Tanjung Selor, seorang murid dikelabuhi oleh seorang pria yang mengaku sebagai guru tari, namun ternyata merampas perhiasannya.
Kejadian hilangnya perhiasan yang menimpa salah satu murid kelas II Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Tanjung Selor, beberapa waktu lalu, menjadi perhatian serius pihak sekolah.
Kepala SDN 001 Tanjung Selor Andariningsih bersama komite sekolah akan mencari  security agar sekolah lebih aman. Ia juga berencana akan memasang CCTV di lingkungan sekolah dalam waktu dekat ini.
Dikatakan,  pada 2017 lalu pihaknya sempat akan memasang CCTV, akan tetapi karena ada keperluan yang lebih mendesak, dana untuk membeli cctv tadi dialihkan untuk perbaikan sisi sekolah yang rusak.
“Termasuk berani juga si pelaku karena kita (guru) masih ada. Kejadianya itu jam 11 siang, ada perempuan masuk ke sekolah menawarkan anak-anak ikut belajar nari. Lalu orang itu membuka perhiasan korban, dengan alasan takut jatuh lalu ditinggal pergi,”  ungkapnya menceritakan kronologis kejadian yang menimpa muridnya.
Dikatakan, saat ini tingkat kejahatan di Bulungan, khususnya Tanjung Selor lebih tinggi dan bermacam-macam motifnya. Ia juga melarang anak-anak murid keluar pagar sebelum dijemput orang tua masing-masing.
“Kami akan lakukan pertemuan dengan orang tua untuk menekankan agar orang tua tidak memakaikan perhiasan kepada anak. Dan guru-guru juga akan kami himbau untuk menjaga anak selama di sekolah,” jelasnya.
Dia menambahkan,  jika sekolah sudah memiliki security, nantinya bisa bekerja sesuai dengan jam sudah ditentukan dengan menggunakan dua shif. “Dari jam 7 pagi sampai 12 siang. Dan shif kedua dari 12 sampai jam 5 sore,” tutur Andariningsih.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bulungan Suparmin, mengatakan, bahwa pihaknya sudah berulang kali untuk mengigatkan kepada anak-anak agar tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan jika datang ke sekolah.
“Sudah sering disampaikan ke sekolah-sekolah dan orang tua juga mestinya itu harus paham. Anak turun ke sekolah, bukan untuk pamer harta,” tegasnya saat dikonfirmasi.
Pada intinya sebut dia semua tata tertib sekolah tidak membenarkan anak-anak menggunakan perhiasan berlebihan. “Kalau untuk pemasangan cctv itu kembali ke pihak sekolah saja,” pungkasnya (ike815)

Artikel Terkait