Mau Dibawa ke Berau, 480 Bungkus Sosis Asal Malaysia Diamankan Polisi

 

Anggota Polisi bersama petugas karantina saat menunjukkan barang bukti sosis asal Malaysia yang diduga ilegal.
Anggota Polisi bersama petugas karantina saat menunjukkan barang bukti sosis asal Malaysia yang diduga ilegal.

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Ratusan bungkus sosis asal Malaysia, yang diduga illegal diamankan polisi di Jl Padaidi, Tanjung Selor Hilir, Bulungan, Kalimantan Utara, pada sekitar pukul  13.30 Wita. Minggu (21/05/2017).   

Penyelundupan ratusan bungkus barang makanan illegal ini, terbongkar saat polisi mencurigai sebuah mobil Toyota Innova warna hitam dengan nomor polisi KT 1346 FF yang membawa sesuatu.

Saat dihentikan di Jalan Padaidi Tanjung Selor, ternyata mobil tersebut membawa muatan sosis asal Malaysia, sebenyak 480 bungkus (per bungkus berisi 12 biji sosis). Mobil tersebut, berikut yang membawa langsung digiring ke Mapolres Bulungan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sosis asal Malaysia merk “Frankfurter” sebanyak 480 bungkus ini, menurut pengakuan SU (32)—pemiliknya, akan dibawa ke Berau, Kalimantan Timur. Saat ditanya sertifikasi dari Karantina hewan terkait membawa bahan makanan asal hewan tersebut, SU tidak dapat menunjukkannya

Kapolres Bulungan AKBP Ahmad Sulaiman melalui Kasat Reskrim AKP I Gede Prasetya Adi mengungkapkan, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Bulungan. Sementara, SU hingga kemarin masih diperiksa. Polisi juga sudah mengkoordinasikan dengan Balai Karantina Tanjung Selor,

“Pelaku membawa sosis dari Tanjung Selor ke Berau tanpa dilengkapi sertifikasi dari Karantina. Sosis-sosis ini akan dijual kembali kepada para pedagang kecil di sana,” ungkap Gede.

Dikonfirmasi di tempat yang berbeda, Penjabat (Pj) Kepala Karantina Pertanian Tarakan wilker Tanjung selor, M. Rozalo, membenarkan jika pihaknya mendapatkan serah terima barang bukti berupa sosis 480 bungkus  dengan berat perbungkus 300 gram dari pihak penyidik Polres Bulungan.

“Hari ini  (Senin 22/5), penyidik pada Kanit Tipiter Sat Reskrim Polres Bulungan telah menyerahkan kepada kami barang bukti tersebut dan akan kami tindak lanjuti,” ungkapnya  singkat. 

Rozalo menjelaskan, sesuai dengan Pasal 5 dan Pasal 6 Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 1992, tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan: menjelaskan, setiap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina, atau organisme pengganggu tumbuhan karantina yang dibawa atau dikirim dari suatu area ke area lain di dalam wilayah  negara Republik Indonesia, wajib dilengkapi sertifikat kesehatan dari area asal bagi hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, ikan, tumbuhan dan bagian-bagian tumbuhan.

Kecuali media pembawa yang tergolong benda lain dan melalui tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan, serta harus dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina di tempat-tempat pemasukan dan pengeluaran untuk keperluan tindakan karantina. “Sesuai dengan pasal 31 UU Nomor 16 Tahun 1992, Pelaku terancam hukuman pidana 3 tahun penjara,” imbuh dia. (azza)

Artikel Terkait