Mantap! 10 Desa di Malinau Jadi Percontohan Nasional

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Prestasi membanggakan ditorehkan 10 desa di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara). Oleh pemerintah pusat, desa-desa tersebut dijadikan sebagai percontohan Program Padat Karya Tunai (PPKT). 10 desa tersebut, yakni Desa Respen Tubu, Long Sule, Sesua, Nahak Ramo, Bila Bekayuk, Long Lake, Long Lebusan, Malinau Hilir, Luso dan Lubak Manis. Atas capaian ini juga, rencananya Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) RI Eko Putro Sandjojo, akan meninjau langsung desa-desa tersebut.
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie, atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diperoleh 10 desa di Malinau tersebut. “Prestasi ini membuktikan bahwa desa-desa di Kaltara, sebagai provinsi baru tidak kalah dengan desa-desa di daerah lain di Indonesia. Kita sangat mengapresiasi ini,” kata Irianto.
Gubernur berharap, capaian tersebut bisa menjadi contoh dan acuan bagi desa-desa lain di Kaltara. Jika perlu kabupaten lain, bisa belajar dengan 10 desa di Malinau itu. “Ini juga tidak lepas dari peran pimpinan daerahnya, utamanya para aparat desa, yang mampu menggerakkan masyarakatnya untuk bersama membangun desa melalui program padat karya,” ujarnya.
Dalam pembangunan, kata Irianto, peran desa sangat penting. Apalagi alokasi anggaran yang diberikan ke desa saat ini lumayan besar. Setiap desa bisa memperoleh anggaran, baik dari pusat maupun daerah hingga Rp 1 miliaran lebih. “Untuk itu, saya minta pembinaan, bimbingan selalu dilakukan kepada para aparat desa. Penggunaan anggaran, harus tepat sasaran. Dan yang terpenting juga, jangan sampai ada yang bermasalah dengan hukum,” ulas Irianto.
Untuk diketahui, PPKT merupakan program pemerintah untuk mengatasi masalah masih tingginya gizi buruk dan stunting, angka pengangguran, angka kemiskinan, tingkat kesehjateraan pendapat, jumlah desa tertinggal, serta terjadinya migrasi dan urbanisasi yang tinggi. PPKT dilakukan dengan memanfaatkan Dana Desa guna mempercepat penurunan kemiskinan dan ketimpangan yang ada.
Tak hanya prestasi terhadap 10 desa itu, apresiasi juga Gubernur berikan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau, yang dalam penyaluran Dana Desa selalu tercepat dari kabupaten lainnya di Kaltara. Menurut data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kaltara, hingga memasuki Juni, kecuali Nunukan, pencairan Dana Desa tahap II sudah 100 persen semua.
Terpisah Kepala DPMD Kaltara Wahyuni Nuzban mengatakan, berkaitan dengan rencana kedatangan Menteri PDTT ke Kaltara, yaitu di Malinau, sudah dikomunikasikan dengan pihak kementerian. “Ini (kedatangan Menteri PDTT) masih perencanaan. Namun kita upayakan agar kunjungan Pak Menteri dapat bertepatan dengan pesta adat di Malinau. Supaya lebih berkesan,” kata Wahyuni.
Rencana kunjungan menteri PDTT, lanjutnya, telah disampaikan oleh Dirjen PPMD Kementerian Desa PDTT beberapa waktu lalu. “Selain menjadi percontohan PPKT, hal lain di Malinau yang juga mendapat perhatian dari Kementerian PDTT, adalah keberadaan desa wisata yang dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Malinau. Begitu pun dengan produk-produk unggulannya,” urai Wahyuni.

SUDAH 100 PERSEN
Lebih jauh Wahyuni mengatakan, mengenai pencairan Dana Desa sudah berjalan maksimal. Selain Nunukan, yang masih menyisakan beberapa desa yang belum selesai, semua desa di Kaltara sudah menerima Dana Desa untuk tahap I dan tahap II. “Saat ini penyaluran Dana Desa dari Rekening Kas Umum Negara (RKUN) ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD), tahap I dan tahap II sudah mencapai 100 persen. Begitupun dari RKUD ke Rekening Kas Desa (RKD) tahap I dan II, juga sudah 100 persen disalurkan,” paparnya.
Disebutkan, tinggal menyisakan beberapa desa di Nunukan yang belum disalurkan. DPMD menargetkan, pada bulan ini juga sudah dicairkan. “Sekarang sudah proses, namun karena libur insya Allah habis cuti bersama Idulfitri sudah disalurkan,” ujar Wahyuni.
Sebagai informasi, pencairan Dana Desa dari RKUN ke RKUD tahap I dan tahap II Provinsi Kaltara masing-masing sudah mencapai 100 persen. Dimana, total pagu anggaran Dana Desa 2018 mencapai Rp 387,6 miliar untuk 447 desa. Dan, untuk tahap I dari target pencairan Rp 77,6 miliar tersalurkan 100 persen. Sementara untuk tahap II, dari target pencairan Rp 155,016 miliar, pun telah tersalurkan 100 persen. Sementara, berdasarkan rekap monitoring penyaluran Dana desa Tahap II 2018 hingga 6 Juni 2018, Provinsi Kaltara berada pada urutan ketiga, setelah DI Yogyakarta (peringkat 1) dan Bali (2) dalam realisasi penyalurannya. Atau diatas Provinsi Kalimantan Selatan (4) dan Kepulauan Bangka Belitung (5).
Sedangkan untuk pencairan RKUD ke RKD tahap I dan tahap II per 4 Juni 2018, menurut data DPMD Kaltara, pada tahap I dari target pencairan Rp 77,6 miliar baru tersalurkan 76,41 persen atau sekitar Rp 59,2 miliar. Ini dikarenakan Pemkab Nunukan baru merealisasikan penyaluran Dana Desa sebesar 45,19 persen atau sekitar Rp 15,075 miliar untuk 106 desa dari target pencairan Rp 33,3 miliar untuk 232 desa. Sedangkan, daerah lainnya sudah 100 persen. Nunukan sendiri memiliki pagu anggaran Dana Desa 2018 sebesar Rp 166,8 miliar. Dan, untuk pencairan RKUD ke RKD tahap II, dari target Rp 155,016 miliar untuk 447 desa se-Kaltara, baru terealisasi 56,96 persen atau sekitar Rp 88,296 miliar untuk 215 desa. Sementara, Nunukan belum terealisasi.(humas)

///////
Pencairan RKUD ke RKD Tahap I dan II Provinsi Kaltara Per 4 Juni 2018

KABUPATEN PAGU ANGGARAN JUMLAH DESA
Bulungan Rp 67.596.565.000 74
Malinau Rp 118.908.746.000 109
Nunukan Rp 166.800.519.000 232
Tana Tidung Rp 34.235.379.000 32
Jumlah Rp 387.541.209.000 447

PENCAIRAN TAHAP I
Kabupaten Bulungan
– Target Rp 13.519.313.000 untuk 74 desa
– Realisasi 100 persen
Kabupaten Malinau
– Target Rp 23.781.749.200 untuk 109 desa
– Realisasi 100 persen
Kabupaten Nunukan
– Target Rp 33.360.103.800 untuk 232 desa
– Realisasi Rp 15.075.129.200 (45,19 persen) untuk 106 desa
Kabupaten Tana Tidung
– Target Rp 6.847.075.800 untuk 32 desa
– Realisasi 100 persen

PENCAIRAN TAHAP II
Kabupaten Bulungan
– Target Rp 27.038.626.000 untuk 74 desa
– Realisasi 100 persen
Kabupaten Malinau
– Target Rp 47.563.498.400 untuk 109 desa
– Realisasi 100 persen
Kabupaten Nunukan
– Target Rp 66.720.207.600
– Realisasi 0 persen
Kabupaten Tana Tidung
– Target Rp 13.694.151.600 untuk 32 desa
– Realisasi 100 persen

Sumber : DPMD Provinsi Kaltara, 2018

Artikel Terkait