Diduga karena Cemburu Istrinya Sering Di-SMS, Daeng Tola Bunuh Kalu

Pelaku saat tiba di Polres Bulungan,  setelah ditangkap di Sangatta, Kutai Timur.
Pelaku saat tiba di RSUD Tanjung Selor untuk menjalani pemeriksaan medis, setelah ditangkap di Sangatta, Kutai Timur.

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Pelaku pembunuhan terhadap Kalu (55) di arel tambak di daerah Pulau Tundung, perariran Kuala Satu, Tanjung Palas Tengah, akhirnya terungkap. Pelaku bernama Daeng Tola (32), merupakan sesama penjaga tambak yang tak jauh dari tambak yang dijaga korban.
Daeng Tola, dibekuk di daerah Sangatta, Kutai Timur, Minggu (19/02). Motif pembunuhan diduga dipicu karena cemburu. Pelaku mengaku, korban sering SMS-an sama istrinya, hingga membuat dia gelap mata dan membunuhnya.
Penangkapan Daeng Tola, merupakan hasil dari kerja sama yang solid antara anggota Polres Bulungan, Polres Berau dan Polres Kutim. Pelarian Daeng Tola terendus beberapa saat setelah polisi melakukan oleh TKP dan memintai keterangan beberapa saksi.
Diperoleh informasi, pelaku hendak pulang ke Sulawesi melalui Samarinda. Dari hasil penyelidikan diketahui, pelaku menumpang mobil travel menuju ke arah Berau – Samarinda. Setelah diketahui mobilnya, akhirnya polisi yang dipimpin langsung Kasat Reskrim melakukan pengejaran hingga di daerah Sangatta, Kutai Timur.
Kapolres Bulungan AKBP Ahmad Sulaiman melalui Pjs Kasubbag humas, Aiptu Tutut Murdayanto menjelaskan,penangkapan tersebut lumayan panjang dikarenakan personil kepolisian harus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang tengah ingin mencoba lari keluar Kalimantan.
“Kita lakukan olah TKP dan mendengarkan keterangan para saksi yang ada di lokasi kejadian. Dugaan t mengarah ke pelaku dan segera melakukan pengejaran terhadap petambak yang diduga pelaku pembunuhan tersebut,” terangnya .
Lanjut Tutut, setelah mengumpulkan informasi dari area tambak tersebut, personil langsung berangkat ke Kabupaten Berau bersama sopir travel yang telah memberikan petunjuk ciri-ciri penumpangnya yang hampir mirip dengan pelaku tersebut.
“Tim menginformasikan ke PolsekkKelay untuk dilakukan razia ke Polsek Teluk Bayur untuk diambil keterangan, namun tim satunya beserta anggota opsnal Polres Berau langsung mengejar ke Kelay dan di dapati bahwa pelaku sudah berganti tumpangan,” ungkap Tutut.
Selanjutnya dari informasi yang masuk pelaku melewati SP 3 Pantai Pulung, dan tim opsnal Kutim melakukan penyisiran di SP3 kemudian dilakukan pengejaran terhadap pelaku setelah mobil yg ditumpangi pelaku teridentifikasi petugas. Polisi yang menghentikan mobil itu, sempat terjadi kejar-kejaran.
“Petugas melepaskan beberapa kali tembakan ke arah mobil yang ditumpangi pelaku, dan mobil akhirnya berhenti setelah jalur ditutup oleh anggota polisi. Sehingga tidak ada jalan kabur kembali. pelaku diamankan di jalan poros Sangata – Samarinda,” tandasnya. Saat itu pelaku langsung diamankan di Polsek Sangatta Kota, dan sekarang dalam perjalan ke Polres Bulungan,” tutupnya.
MOTIF CEMBURU?
Cemburu. Motif ini lah yang diduga sebagai penyebab kenapa Daeng Tola tega membunuh Kalu. Keduanya bertetangga tambak. Menurut pengakuan pelaku, istrinya sering diganggu korban. Hal ini lah yang membuat dia gelap mata.
Menurut keterangan pelaku kepada polisi, korban kerap menghubungi istri pelaku lewat SMS. “Dari hasil penyidikan sementara, berdasar keterangan saksi korban pembunuhan di tambak tersebut sering mengganggu istrinya melalui SMS, sehingga timbaul rasa cemburu yang dilami oleh pelaku tersebut,” ungkap Aiptu Tutut Murdayanto, Pjs Kasubag Humas Polres Bulungan.
Saat kejadian, masih berdasar keterangan pelaku, dirinya berpura-pura mendatangi pondok korban. Namun akhirnya berniat untuk meluapkan sakit hatinya karena istri tercintanya tersebut diganggunya. “Dari informasi sementara seperti itu kejadianya (karena cemburu). Namun ini masih diselidiki,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang pria paruh baya yang bekerja sebagai penjaga tambak, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di tambak, di daerah Pulau Tundung (Kuala Satu), Tanjung Palas Tengah, Bulungan, Sabtu (18/02) sekira pukul 10.30 Wita.
Pria bernama Kalu (55), dengan alamat sesuai kartu identitasnya, dari Mattoangin, Kecamatan Bissapu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan itu, diduga merupakan korban pembunuhan.
Luka tusukan ditemukan di beberapa bagian tubuhnya. Di antaranya di bagian dada, pinggang dan punggungnya.  (azza) 

Artikel Terkait