Cemburu Istrinya Ngobrol Sama Teman Laki-Lakinya, JN Ngamuk, Istrinya Dibogem

ILUISTRASI
ILUISTRASI

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Diduga lantaran cemburu buta, JN (35), warga Gg Tanjung Jl Jelarai Raya, Tanjung Selor, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) mengamuk. Istrinya dibogem. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini menimpa ST (28), istri JN. Ibu rumah tangga ini, mengadu ke polisi lantaran diamuk suaminya, JN pada Selasa (9/5) malam lalu sekitar pukul 23.30 Wita.

Kejadian tersebut bermula pada Selasa malam sekitar pukul 23.00 Wita di salah satu rumah kontrakan di Jalan Jelarai, saat itu ST sedang menyapu di teras depan rumah. Tiba-tiba datang teman laki-lakinya dan menegur ST. Keduanya pun ngobrol.  Tak lama datang juga suami ST, yakni JN dari arah kafe yang tak jauh dari tempat tinggal mereka dan langsung memukul teman lelaki-laki istrinya tersebut.

Diduga JN terbakar cemburu, oleh ulah ST dan teman laki-lakinya, sehingga JN langsung menghajar tanpa bertanya terlebih dahulu. Tak hanya memukul teman laki-laki istrinya, JN yang masih emosi juga membogem istrinya, ST di bagian mulut. Hingga mengakibatkan mulut wanita itu bengkak.

JN yang masih terbakar emosi hendak mengambil parang dan hendak mengejar teman ST. Namun pintu rumah terlebih dulu dikunci oleh ST, agar JN tidak keluar rumah. Usai perkelahian tersebut, ST yang telah membengkak bibirnya, melaporkan suaminya ke Mapolres Bulungan. Dia tidak terima dengan perlakuan kasar suaminya tersebut.

Kapolres Bulungan AKBP Ahmad Sulaiman melalui Pj Kanit PPA Aiptu Lince Karnilawati, saat dikonfrimasi kasus KDRT tersebut membenarkannya. Dia mengatakan, pihaknya masih mendalami dengan melakukan penyelelidikan atas kasus tersebut.

“Kami sudah terima laporan tersebut, dan segera melakukan pemeriksaan terhadap suaminya. Selain itu juga masih menunggu hasil visum dari RSUD terkait kekerasan tersebut seperti apa,” ujarnya.

Disebutkan, kasus KDRT di Bulungan lumayan banyak. Kata Lince, kebanyakan didominasi lantaran cemburu sesaat. Sehingga pendekatan terhadap keluarga baik pihak perempuan dan juga pihak laki-laki harus dilakukan terlebih dahulu. “Jangan sampai nanti di tengah jalan penanganan kasus tersebut, mereka menyesal. Karena dengan ini mereka harus berhadapan dengan hukum,” imbuh Lince. (azza)

Artikel Terkait