Abaikan Surat Pemkab, BCAP Dianggap Hambat Jaringan Listrik ke Tanah Kuning

Jaringan listrik ke arah Tanah Kuning terganggu pohon kelapa sawit.
Jaringan listrik ke arah Tanah Kuning terganggu pohon kelapa sawit.

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan merasa kecewa, karena surat yang dilayangkan kepada pihak PT Bulungan Citra Agro Persada (BCAP), untuk memberikan ijin menebang pohon kelapa sawit karena mengganggu jaringan listrik, tidak mendapat respons. Perusahaan kelapa sawit di wilayah Tanjung Palas Timur itu pun dianggap telah menghambat pemenuhan kebutuhan listrik warga di Tanah Kuning dan sekitarnya.

Sukirdi, mantan Kabid Kelistrikan dan Energi Baru Terbarukan (EBT) Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Bulungan—sebelum dialihkan ke provinsi, yang sekaligus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek jaringan listrik tersebut mengungkapkan, proyek multiyears pembangunan jaringan listrik pedesaan. Yang salah satunya dari Sajau hingga Tanah Kuning, sebenarnya tidak ada masalah. Bahkan sudah selesai, meski ada beberapa titik yang diketahui roboh. “Tapi dari pihak kontraktor pelaksana kegiatan tidak ada masalah, kita akan segera menyelesaikannya segera. Kontraktor sudah siap memperbaiki,” tandasnya.

Hanya saja, yang sekarang menjadi permasalahannya adalah dengan pihak PT BCAP. Sukirdi mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat yang ditujukan kepada PT BCAP, terkait tindak lanjut permasalahan pembangunan jaringan listrik yang melintas di atas lahan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan tersebut.

“Kita semua sudah mendengar, PLN Bulungan tidak akan menerima jartingan tersebut, karena masih ada kendala. Jaringannya diminta harus steril. Sementara ini banyak pohon kelapa sawit yang terkena. Kita minta kepada pihak perusahaan, untuk menebang,” kata Sukirdi.

“Yang kita inginkan adalah yang terbaik, baik untuk pemerintah dan masyarakat. Kami tidak ada menunda – nunda kami akan segera menyelesaikan permasalahan tersebut,” tandasnya. Itikad baik, ternyata belum ditunjukkan pihak perusahaan. Hingga kini surat yang dilayangkan Pemkab, belum juga dibalas.

Dia menegaskan, jika pihak PT BCAP dalam waktu dekat belum juga menanggapi surat tersebut, maka pihak pemerintah akan menegakkan peraturan sesuai dengan perundang – undangan dan peraturan daerah (Perda).

Sementara itu, masyarat di daerah Tanah Kuning kecewa. Lantaran janji-janji listrik masuk ke wilayahnya tak kunjung terealisasi. Bahkan proyek pembangunan jaringan senilai puluhan miliar itu, tak kunjung selesai persoalannya.

Hal ini diperparah lagi dengan rebahnya tiang – tiang listrik pada jaringan yang belum diserahterimakan itu. Padahal proyek belum digunakan sama sekali itu. Seharusnya masyarakat sudah dapat menikmati aliran listrik tersebut.

Seperti diketahui kontrak proyek multiyears ini berakhir tahun 2015 sesuai dengan Perda Kabupaten Bulungan Nomor 21 Tahun 2011 sebagaimana diubah dengan Perda Kabupaten Bulungan Nomor 13 Tahun 2013, tentang kegiatan pembangunan tahun jamak/multiyears Kabupaten Bulungan Tahun 2011 – 2015.  

 “Kami sebagai masyarakat bertahun – tahun lamanya sangat mengharapkan masuknya aliran listrik di tempat kami. Kami berharap kepada para Pejabat Pemerintahan agar dapat menyikapi hal ini sesegera mungkin,” kata Ardi, warga Desa Tanah Kuning.

Ardi juga mengungkapkan, beberapa waktu lalu anggota DPRD Bulungan, Wakil Bupati dan Kepala PLN Tanjung Selor secara terpisah sempat turun meninjau ke lokasi rebahnya tiang listrik tersebut. Namun sampai saat ini pasca hasil kunjungan para pejabat itu, tidak juga ada kabar baik, listrik segera dialiri ke desa mereka. (ant)

Artikel Terkait