KALTARA

Material Jembatan Bailey Segera Diangkut ke Lokasi Jalan Putus di Sebatik

PERBAIKAN - Proses penanganan jalan longsor di Jl Lingkar Sebatik masih terus berlangsung.

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Putusnya ruas Jalan Bukit Keramat di Jalur Aji Kuning – Bambangan, Sebatik, Nunukan, mendapat perhatian serius oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie. Tak hanya meminta untuk secepatnya dilakukan perbaikan, orang nomor satu di jajaran pemerintah provinsi Kaltara itu juga terus memantau progress penanganan jalan yang putus akibat longsor pada Kamis (27/12/2018) lalu itu.

“Sejak awal mendapat laporan kejadian (longsor), saya langsung menginstruksikan kepada Kepala Dinas PUPR-Perkim (Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahaan dan Kawasan Permukiman) Kaltara untuk mengkoordinasikan dengan Badan Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), guna penanganannya. Setelah itu, saya juga tetap tesus memantaunya hingga kini,” kata Irianto.

Informasi terkini, dikatakan Gubernur, atas koordinasi Dinas PUPR-Perkim Kaltara dengan  BPJN wilayah XII Balikpapan, penanganan longsor di Sebatik sudah berjalan sejak beberapa hari ini. Diperkirakan dalam waktu sepekan ke depan, jalan yang putus itu sudah bisa dilewati mobil.

“Hari ini (kemarin, Red), material jembatan bailey akan diangkut dari Sei Menggaris menuju Sebatik, dengan menggunakan kapal LCT (Landing Craft Tank). Mereka masih menunggu air pasang, agar kapal bisa merapat,” ungkapnya.

Sementara di lokasi longsor, sesuai laporan yang disampaikan ke Gubernur, sebelumnya penanganan darurat dilakukan dengan  memasang bis beton. Tapi ternyata tidak efektif, karena debit air cukup besar. “Hari ini akan dilanjutkan dengan pasang sisa pancang beton, serta penurunan elevasi untuk pemasangan jembatan darurat, atau bailey-nya,” lanjut Irianto.

Sebelumnya,  Kepala BPJN XII Balikpapan, Refly Tangkere mengatakan, saat ini pengerjaan untuk menanganan darurat pada titik longsor di Sebatik itu tengah dilakukan. Pihaknya menargetkan, dalam waktu sepekan ini, jalan tersebut sudah bisa dilewati mobil.

Refly menyebutkan, jalan yang putus pekan lalu tersebut, sebenarnya sudah masuk dalam program rehabilitasi jalan yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian PUPR. Hanya saja, belum sampai terlaksana, karena faktor alam, jalan sudah putus duluan.

“Tahun ini ada dua titik krusial yang sudah masuk dalam program kita. Sekarang sudah proses lelang. Tetapi karena cuaca ekstrem, sehingga ternyata tidak bisa menunggu. Hingga jebol lah, sampai ruas tersebut putus total,” kata Refly di Kantor Gubernur Kaltara, beberapa waktu lalu.  Dirinya menyebutkan, ada 33 titik longsor di sepanjang jalan lingkar Pulau Sebatik.

Atas koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Kaltara, dikatakan Refly, pihaknya melakukan penanganan darurat pada titik longsor yang menyebabkan putusnya jalan tersebut.  “Sebagai penanganan darurat kita akan pasang jembatan bailey. Sekarang sementara kita akan timbun dulu, dipasang gorong-gorong, supaya mobil bisa lewat dulu. Jika cuaca bagus, mungkin dalam minggu-minggu ini, sudah selesai dan bisa dilewati. Untuk pemasangan bailey masih menunggu pengangkutan dari Sei Menggaris ke Sebatik,” ujarnya.

Lebih jauh Refly mengungkapkan, untuk penanganan dua titik longsor tersebut, melalui APBN di Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 12 miliar. “Anggaran memang terbatas, jadi kita pilih yang dua itu. Sisanya 31 titik, akan kita usulkan ke Jakarta lagi,” imbuh Refly.(humas)

Leave a Comment