KALTARA PENDIDIKAN

Jadwal UN Dimajukan, Catat Tanggalnya!

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) bagi para siswa sekolah, tahun ini bakal digelar lebih awal dari tahun-tahun sebelumnya. Bertepatan dengan agenda Pemilu serentak pada 17 April dan juga memasuki bulan Ramadan 1440 Hijriah menjadi pertimbangan dimajukannya pelaksanaan ujian 2019.

Jadwal UN pertama kali akan berlangsung di jenjang SMK/MAK dan sederajat pada 25-28 Maret. Selanjutnya diikuti UN SMA/MA pada 1,2,4, dan 8 April. Sedangkan UN Program Paket C/Ulya pada 12-16 April, dilanjutkan UN SMP/MTs pada 22-25 April. Pemerintah juga mengagendakan UN Program Paket B/Wustha pada 10-13 Mei. Jadwal ini maju sekitar seminggu dibandingkan dengan jadwal UN tahun lalu. Di mana baru dimulai awal April untuk jenjang SMK/MAK.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, sesuai laporan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, meski jadwal UN dimajukan namun teknis pelaksanaan UN tahun ini tidak berbeda dengan tahun ajaran sebelumnya. Yakni terbagi dua, dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP). “Seperti tahun lalu, UN jenjang SMA dan SMK di Kaltara 100 persen dengan sistem UNBK. Sementara untuk jenjang SMP atau MTs tahun ini sudah mencapai 71,3 persen. Meningkat dari tahun lalu yang baru 52 persen dengan sistem UNBK,” kata Gubernur, yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara Sigit Muryono.

Pemerintah sendiri menargetkan, pelaksanaan UN jenjang SMP/MTs tahun ini sudah bisa 100 persen UNBK. Namun karena masih ada beberapa daerah yang belum mampu, sehingga belum terealisasi. “Teknisnya seperti tahun lalu, nanti bagi sekolah yang belum memiliki komputer, numpang dengan sekolah lainnya yang sudah memiliki komputer,“ ujarnya.

Gubernur mengungkapkan, peserta UN tahun ini di Kaltara untuk semua jenjang sebanyak 31.358 siswa. Meliputi dari siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 12.102 murid yang akan mengikuti USBN. Kemudian SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 10.771 Siswa, dan Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta MA (Madrasah Aliyah) sebanyak 8.485 siswa yang akan mengkuti UN.

Dirincikan, puluhan ribu siswa ini akan mengikuti ujian di 240 sekolah di Kaltara. Yakni pada jenjang SMA dan MA sebanyak 73 sekolah, SMK sebanyak 28 Sekolah, serta SMP dan MTs sebanyak 139 Sekolah.  “Untuk jenjang SMP dan MTs, ada peningkatan jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK. Di Bulungan misalnya, dari sebelumnya hanya 22 sekolah, tahun ini menjadi 46 sekolah. Demikian juga di Malinau sebelumnya sekolah 13 sekolah, kini menjadi 17 sekolah yang melaksanakan UNBK,” ungkapnya.

Sementara itu, Sigit menambahkan, pada jenjang SMP/MTs, Kabupaten/Kota yang sudah 100 persen melaksanakan UNBK adalah di KTT (Kabupaten Tana Tidung), dan Kota Tarakan. “Kita menginginkan semua sekolah bisa melaksanakan UNBK, karena manfaat yang sangat luar biasa. Selain efesien dan efektif, hasilnya juga dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sigit.

Lebih jauh dikatakan, untuk wilayah 3T tetap melaksanakan UNBK dengan melihat fasilitas utamanya yakni komputernya. Teknisnya, nanti saat mensinkronkan atau mendownload soal UN, petugas akan membawa server untuk mensinkronkan atau mendownload soal ujian ke wilayah yang ada jaringan internetnya. “Nanti untuk wilayah 3T pada saat petugas mensinkronkan atau mendownload soal ujian untuk didahulukan,” ungkapnya.

Terkait dengan soal UNBK, Sigit mengatakan tiap peserta mendapatkan soal yang sudah disusun dari pusat, dengan pertanyaan yang berbeda beda. Hal demikian untuk mencegah siswa saling menyontek. Soal ujian menggunakan sistem Higher Order Thinking Skills (HOTS) atau soal yang membutuhkan daya nalar tinggi. “Tiap tahun soal yang dibuat menggunakan sistem HOTS. Bedanya, tahun ini ada peningkatan jumlah soal HOTS dibandingkan tahun lalu. Soal HOTS ini relatif menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi pada siswa. Untuk waktu pengerjaan soal rata-rata 120 menit,” urainya.

Mengenai jadwal ujian, Sigit menegaskan, karena beberapa pertimbangan pemerintah memajukan. Hal itu dilakukan agar tidak berbenturan dengan pelaksanaan Pemilu 2019 dan bulan suci Ramadan.

Berdasarkan jadwal yang sudah dikeluarkan, UN jenjang SMA dan MA sederajat akan dilaksanakan pada 1 hingga 8 April 2019. Sedangkan untuk SMK sederajat akan dimulai pada 25 hingga 28 Maret 2019. Kemudian berturut berlanjut jadwal SMP/MTs dan setingkat SD yang paling belakangan. (selengkapnya lihat jadwal di grafis)

Melihat jadwal yang sudah dikeluarkan ini, pelaksanaan UN maju sekitar semingguan lebih awal dibanding tahun lalu.  Seperti diketahui, 2018, UNBK SMK diselenggarakan pada 2 – 5 April. Selanjutnya UNBK bagi SMA/MA digelar pada 9 hingga 12 April dan UN susulan SMK/SMA/MA pada 17 April hingga 18 April.  (humas

Leave a Comment