TEKNOLOGI

Menteri PPPA Tegaskan Proteksi Dini Bahaya Internet bagi Anak

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) diketahui jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat bahkan sudah mencapai 143,26 juta. Dari jumlah tersebut, 16,68 persen atau 24,35 juta di antaranya adalah pengguna internet anak usia 13-18 tahun.

Sebagai upaya pencegahan dan proteksi dini terhadap pengaruh negatif internet bagi anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kerap melakukan Sosialisasi Internet Cerdas Bagi Anak diberbagai daerah. Sebab, edukasi tentang penggunaan gadget dan internet yang cerdas bagi anak sudah menjadi hal yang mendesak di era perkembangan teknologi yang pesat.

“Di negara maju dan di kota-kota besar, anak- anak balita bahkan sudah dikenalkan dengan  gadget. Maka kita lakukan sosialisasi, agar anak-anak kita dan orangtua sudah terlebih dulu memiliki pemahaman akan penggunaan gadget dan internet dengan bijak dan cerdas,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise melalui siaran pers Nomor: B- /Set/Rokum/MP disampaikan kepada sejumlah media.

Upaya melalui sosialisasi yang diinisiasi oleh Deputi Perlindungan Anak Kementerian PPPA ini merupakan bagian dari pemenuhan hak anak untuk memperoleh informasi yang layak. Hal tersebut tercantum dalam Konvensi Hak Anak Pasal 13 ayat (1) dan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Menurut Menteri Yohana, dampak positif dari penggunaan internet dapat berguna bagi sarana belajar, menambah ilmu pengetahuan dan sarana komunikasi bagi anak. Namun dampak negatifnya, anak bisa terpapar informasi dan konten yang tidak layak seperti pornografi. Selain anak, orangtua dan guru juga sengaja diundang mengikuti sosialisasi untuk mengingatkan anak-anak mereka agar tidak membuka dan mengakses konten tidak layak.

“Mengakses konten porno bisa membuat anak-anak adiktif atau kecanduan. Kecanduan itu dapat mengganggu otak mereka. Anak yang adiktfif menonton konten porno juga berpotensi mendorong mereka melakukan kejahatan seksual. Jika mereka sudah bermain gadget berjam-jam, coba orangtua sesekali dicek, apa sebenarnya yang mereka lihat. Kalau mereka sudah keluar jalur dari kepentingan informasi dan pendukung belajar maka anak-anak harus diperingatkan. Tidak boleh waktu mereka habis digunakan untuk mengakses internet berlebihan,” jelas Menteri Yohana.

Sementara itu, Gubernur Kaltara Irianto Lambrie kerap mengingatkan warganya untuk bijak menggunakan internet khususnya media sosial. Kemajuan teknologi menurutnya hal yang sangat positif jika dipahami dan digunakan untuk hal positif, termasuk bagi anak-anak. “Perkembangan teknologi merupakan hal yang baik, tapi kita harus bijak dalam mengawasi putra-putri kita agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang tidak benar,” tegasnya.

Tak hanya, itu, mengaruh internet jika disalahgunakan akan berdampak kepada tindakan kriminal. Tak hanya bagi anak-anak, termasuk bagi orang tua yang menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang tidak benar dan bersifat provokasi. Oleh sebab itu, ia menekankan agar warga Kaltara memanfaatkan teknologi untuk kepentingan pembangunan dan edukasi yang baik bagi keluarga dan orang-orang disekitarnya. (*kk)

Leave a Comment