KALTARA

Masih di Atas Target, Angka Pengangguran di Kaltara Capai 18.315 Orang

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Memasuki kwartal pertama 2018, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) hingga kini sebesar 5,54 persen (18.315 orang), tercatat tidak setara dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016 – 2021. Dimana dengan persentase tersebut melambung 0.52 persen dari target 5,02 persen di tahun 2017.
Terkait analisa yang melatarbelakangi dari keadaan ini, Kepala Bidang pelatihan dan Penempatan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltara, Pollymart Sijabat menjelaskan, secara garis besar dipengaruhi kuantitas angka pencari kerja yang tidak setara dengan lembaga penyedia lapangan pekerjaan. Namun yang ia garis bawahi, pihaknya berkewajiban untuk menguraikan pola yang berada di balik keadaan ini.
Secara spesifik, pola yang terjadi saat ini sejatinya karena kepemilikan keahlian calon pekerja belum merata. Hal itu pun terjadi di kalangan calon pekerja lokal ataupun pendatang. Pollymart mengungkapkan, persoalan ini tidak bisa diuraikan semudah membalik telapak tangan. Karena pihak penyedia lapangan pekerjaan yang memiliki kriteria calon pekerja, dipastikan menerapkan kualifikasi yang kompleks. “Menurut saya, itu adalah analisa garis besarnya dari sisi pencari kerja. Adapun kalau dari sisi penyedia lapangan kerja, tentu lebih melihat kuantitas keberadaanya,” terang Pollymart.
Mengenai program – program keahlian yang selama ini dilaksanakan, Pollymart tidak memungkiri jika pihaknya diharuskan menerapkan evaluasi secara besar – besaran. Menurutnya, ada sesuatu hal yang harus dibenahi dari sektor hulu dan hilir kegiatan. Sehingga kuantitas program, nantinya bisa berbanding lurus dengan angka serapan di dunia kerja.
“Yang jadi persoalan adalah peserta pelatihan ini, ada yang tidak tertampung di dunia kerja. Adapun ketika hendak membuka lapangan usaha sendiri, mereka terbentur dengan ketersediaan modal,” lanjutnya.
Berbicara langkah yang diambil untuk mengejar target tahun ini, Pollymart memastikan bahwa pihaknya terlebih dahulu harus mensinkronkan data pencari kerja dan penyedia kerja. Sinkronisasi data ini, dinilainya penting karena berhubungan dengan grand desain penurunan angka TPT. Dimana ketika sudah ada ukuran yang bersifat pasti, maka otomatis pihaknya lebih mudah dalam memcari strategi penempatan kerja yang tepat.
“Langkah pertama ini saya nilai sangat berat. Karena kami harus mengakomodir seluruh informasi yang ada. Baik dari instansi di kabupaten dan kota dan juga pihak perusahaan. Itu pun tidak berhenti di sana, karena tentu kami harus memverifikasinya,” imbuh dia. (*)

Target Tingkat Pengangguran Terbuka dalam RPJMD Kaltara
2017 : 5,02 persen
2018 : 4,82 persen
2019 : 4,63 persen
2020 : 4,44 persen
2021 : 4,26 persen
Sumber : Bappeda-Litbang Kaltara

Leave a Comment