BULUNGAN PERISTIWA

Diduga karena Korsleting Listrik, Dua Rumah di Jl Duku Nyaris Terbakar

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Puluhan personel petugas pemadam kebakaran, dengan menggunakan 4 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) melaju kencang dari Kantor Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Pol PP dan PMK) yang berada di Jl Katamso menuju Jl Duku sekitar pukul 09.00 Wita, Kamis (3/5) pagi tadi.
Mereka datang atas laporan yang diterima jika salah satu rumah di Jl Duku terbakar. Diketahui, rumah tersebut selama ini ditempati oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kaltara, Basiran.
Munculnya percikan api yang diduga akibat korsleting arus listrik menjadi alasan warga setempat melapor ke petugas pemadam. Api dari kabel yang korslet sudah menyala, hingga nyaris membakar rumah tersebut.
pemilik rumah Desi yang juga istri dari Basiran mengaku, saat kejadian dirinya sedang berada di kamar mandi yang ada di kamarnya. Karena waktu itu dia sedang sakit. Sebenarnya ia juga baru saja sampai di rumah. Sempat bekerja di kantor, wanita yang dalam kondisi hamil itu memilih pulang, karena merasa sedang sakit.
“Saya tadi pagi ke kantor, tapi karena merasa nggak enak badan saya memutuskan untuk pulang. Baru saja masuk kamar, untuk ke kamar mandi, saya muntah. Dengar dari luar ribut beberapa orang teriak bu ada api, bu kebakaran. Saya pun bergegas keluar,” ungkap Desi pada Koran Kaltara.
Akhirnya, ia keluar kamar dan melihat diatas rumahnya, tepatnya di atap sisi kiri terasnya memang sudah ada api. Awalnya kecil, tapi lama kelamaan api tersebut membesar. Ia pun berinisiatif mematikan saklar listriknya, dan diakui Desi setelah itu baru api mulai mengecil.
“Saya juga tidak tahu siapa yang menghubungi pemadam kebakaran. Pokoknya begitu dengar teriakan kebakaran saya langsung lari. Bahkan barang beharga saja saya tidak sempat amankan. Di dalam rumah saya, ada pembantu yang lagi masak. Kalau anak saya sedang tidak di rumah,” jelasnya saat dijumpai.
Saat itu, dirinya berdiam ke rumah tetangganya sambil menunggu pihak PLN datang untuk memperbaiki saluran listriknya. Di sampingnya terlihat beberapa tas dan amplop yang diperkirakan media ini berisi surat beharga.
Kejadian lainnya dialami oleh tetangga yang tepat di sebelah rumah Basiran. Seorang ibu paruh baya sekitar 40an tahun itu bercerita, bagaimana paniknya dia saat melihat percikan api. Dalam kesendirian, dia bingung karena ingin memindahkan mobilnya yang terparkir di garasi.
“Terpaksa saya nekat memberhentikan orang yang lewat jalan untuk memindahkan mobil saya, karena panik dan saya tidak bisa menyetir mobil. Untung aja tadi ada yang bisa,” katanya singkat.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) PMK pada Dinas Satpol PP dan PMK Bulungan Amin menerangkan, memang kebanyakan kebakaran terjadi karena korsleting atau arus pendek listrik. Sehingga dirinya pun mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan kabel listrik di rumahnya. Apalagi menjelang bulan Ramadhan ini karena kesibukan orang pasti meningkat. “Jangan sampai Ramadhan nanti hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran terjadi. Kalau bisa tahun ini tidak ada kebakaran,” ujarnya. (*)

Leave a Comment