BULUNGAN PERISTIWA

Warga Diresahkan dengan Surat Edaran Hoax Soal Peculikan Anak

WhatsApp Image 2018-04-20 at 09.05.17TANJUNG SELOR, lintasbenuanata.com – Pengguna Sosial Media (Sosmed) di Kabupaten Bulungan, kembali dihebohkan dengan beredarnya gambar surat edaran mengenai penculikan anak di Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas Barat. Surat edaran yang tertulis dikeluarkan oleh kepala keamanan dari Desa Long Beluah itu, bersisikan tentang kasus penangkapan yang terjadi di Desa Long Beluah pada Rabu, 18 April lalu. Dalam surat itu tertulis, seorang pedagang keliling yang menjual tikar telah tertangkap basah oleh warga, sedang membawa seorang anak perempuan yang berusia 4 tahun tepatnya, yang diketahui meripaman anak dari bapak Mering–warga setempat.
Dikonfirmasi Koran Kaltara, Camat Tanjung Palas Barat, Rahmad mengaku tidak mengetahui adanya surat edaran tersebut. Setelah mengetahui informasi tersebut, ia langsung menuju Desa Long Beluah untuk memastikan adanya kabar penculikan tersebut. Akan tetapi, sesampainya di desa Long beluah, sejumlah masyarakat di desa itu pun tidak mengetahui informasi yang beredar tersebut. Masyarakat desa tetap beraktivitas seperti biasa.
“Kami tidak tahu beritanya itu, saya juga sudah turun ke lapangan, tapi masyarakat biasa-biasa aja. Tidak ada heboh-heboh masalah penculikan anak itu. Bahkan saat staff saya sampai di sana, semuanya aman-aman aja,” katanya saat dikonfirmasi Koran Kaltara, kemarin (20/4).
Terkait, banyak pedagang yang berdatangan di desa itu tidak dihindarinya. Bahkan, dari beberapa waktu lalu, pedagang yang berdatangan di daerah itu bukan hanya pedagang kain. “Kalau pedagang yang datang, memang ada. Bukan cuman pedagang kain saja, tapi pedagang lainnya juga banyak yang datang,” ungkapnya.
Bahkan kata dia, setelah mendengar informasi tersebut, ia langsung melakukan koordinasi dengan pihak Polsek setempat. Dan lagi-lagi ia mengungkapkan bahwa, info dari Polsek setempat bahwa surat edaran itu adalah berita hoax atau tidak benar. “Saya juga sudah telepon pihak Polsek, tidak ada juga yang tahu berita itu. Surat edaran itu juga, kami tidak tahu siapa yang buat,” jelasnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Long Beluah, Anyi Terang. Ia mengatakan, informasi yang beredar mengenai penculikan anak di desanya itu merupakan berita yang tidak benar. Bahkan, Mering yang disebut-sebut merupakan ayah korban penculikan di surat edaran itu masih berada di rumahnya tanpa kehilanagn satupun anggota keluarganya.
“Kita sudah lapor ke Kapolsek dan meminta provider untuk melacak nomor yang tercantum disana. Karena bukan hanya disini yang resah, tapi siapapun yang melihat informasi pasti merasa terganggu. Yang pasti keadaan kampung disini masih aman,” tutupnya. (ram316)

Leave a Comment