BULUNGAN KALTARA

Sisakan 5 Haktera, Pembebasan Lahan PLTA Kayan I Sudah 99 Persen

DESAIN : Rancang desain bendungan PLTA Kayan Tahap I.

DESAIN : Rancang desain bendungan PLTA Kayan Tahap I.

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Proses pembebasan lahan untuk rencana pembangunan bendungan sebagai pendukung Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan I di Kecamatan Peso, Bulungan sudah hamper tuntas. Bahkan Bupati Bulungan H Sudjati menyebut, secara persentase sudah mencapai 99 persen lebih.
Seperti diketahui mega proyek pembangunan PLTA berkapasitas sekitar 9000 megawatt (MW) bakal dilakukan di Bulungan, tepatnya di Kecamatan Peso. Untuk tahap pertama, PT Kayan Hydro Energy (KHE) akan membangun bendungan Kayan I, berikut PLTA yang diproyeksikan bakal menghasilkan listrik 900 MW.
PT KHE tak sendiri, sebuah konsorsium besar dari Republik Rakyat Tiongkok (RRT) siap mendukung pembangunan PLTA tersebut. Hal ini menyusul telah ditandatangani MoU antara perusahaan RRT dengan perusahaan Indonesia, yang disaksikan oleh Gubernur Kaltara H Irianto Lambrie di Beijing, beberapa waktu lalu.
Berkaitan dengan pembebasan lahan tahap pertama dengan luasan sekitar 115 hektare (Ha), hingga akhir Maret 2018 lalu diketahui tersisa 5 Ha lagi yang masih belum diselesaikan. Dikonfirmasi hal tersebut, Bupati mengatakan, saat ini prorgres pembebasan tahap pertama sudah mencapai 99 persen. Diyakininya, dalam waktu dekat sudah bisa segera tuntas.
“Soal pembebasan lahan tahap pertama, bisa dikatakan 99 koma sekian persen. Itu yang ada di muara Pangean. Memang infonya masih terkendala pemilik lahan yang tak ada di tempat, dia ada di Tanjung Selor. Mungkin itu hanya kurang sosialisasi saja, dan pendekatannya kurang. Mudahan ini bisa cepat lah,” kata bupati yang ditemui usai menghadiri acara peresmian Gadung Cabang BRI Tanjung Selor, Kamis (19/4).
Hingga saat ini, melalui tim yang dibentuk, terus berupaya melakukan percepatan realisasinya. Sesuai kewenangannya, Pemkab Bulungan hanya sebatas memfasilitasi. Secara teknis proses pembebasan langsung oleh perusahaan yang bersangkutan. Dalam hal ini, PT KHE.
Saat ini diketahui, untuk bisa melanjutkan realisasi fisik pembangunan bendungan untuk PLTA, PT. KHE masih menunggu izin konstruksi bendungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI.
“Komunikasi terkait izin konstruksi juga dilakukan oleh perusahaan, intinya sudah berproses. Kita harapkan ini bisa cepat berprose, dan realisasi fisik bisa disegerakan,” jelasnya. Setelah pembebasan lahan tahap pertama tuntas, bupati mengatakan, akan dilanjutkan dengan pembebasan lahan tahap II seluas sekitar 150 hektare.
Sebelumnya oleh PT. KHE juga menyurati Dinas Pertanian Bulungan, terkait permohonan informasi status lahan kegiatan perkebunan. Hal ini, sebagai langkah antisipasi kalau-kalau terjadi overlapping (tumpang tindih lahan) dengan lahan perkebunan.
Sebagai informasi, saat ini PT. KHE selaku pemrakarsa pembangunan PLTA Kayan, sudah mengantongi sejumlah izin. Seperti di antaranya, surat keputusan Bupati Bulungan Nomor 65/K-I/100/2012 tentang izin lokasi pembangunan PLTA di sungai Kayan. Selain itu, juga surat rekomendasi Gubernur Kaltara Nomor 500/68/B. Ex/X/2013, perihal rekomendasi atas pembangunan proyek PLTA Kayan Cascada, jaringan transmisi dan wilayah usaha penyediaan tenaga listrik terintegrasi. PT. KHE juga sudah melakukan kajian teknis, berikut mendapatkan izin dari sejumlah instansi terkait lainnya.  (*)

Leave a Comment