PERISTIWA

Jenazah M Fikri Ditemukan 10 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Kecelakaan speedboat Anugrah Express pada Senin (01/01/2018) lalu.

Korban Ke-9 Terbaliknya Speedboat Anugrah Express

Kecelakaan speedboat Anugrah Express pada Senin (01/01/2018) lalu.

Kecelakaan speedboat Anugrah Express pada Senin (01/01/2018) lalu.

TANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Setelah melalui pencarian di hari ketiga pasca kejadian terbaliknya speedboat (SB) atau kapal cepat Anugrah Express Senin (01/01/2018) lalu, siang tadi (3/1/2018) ditemukan lagi korban meninggal dalam kecelakaan maut tersebut.
Dia adalah M Fikri (7), yang merupakan korban ke-9 yang dinyatakan meninggal dunia. Jenazah bocah ini ditemukan di Sungai Kayan, sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian kecelakaan. “Ditemukan oleh masyarakat. Setelah mendapat informasi kami tadi tim SAR ke lokasi penemuan, dan kemudian melakukan evakuasi,” kata salah satu anggota Tim SAR.
Seperti diberitakan, Speedboat Anugrah Express terbalik saat berangkat dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor menuju Tarakan. Akibat kejadian ini, delapan orang meninggal dunia, ditambah satu orang hilang dan akhirnya ditemukan Rabu (3/1) tadi. Tercatat jumlah korban melebihi kapasitas normal SB Anugrah Express dengan data manifes 43 penumpang dewasa dan 5 orang anak, 1 motoris dan 2 ABK.
Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry SIK mengungkapkan, kejadian ini bermula saat speedboat yang dinakhodai Amir baru saja bertolak dari Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor, pukul 08.15 Wita. Selang 10 menit kemudian, saat berada di depan Lapangan Futsal Breezy, Sabanar Lama, tiba-tiba speedboat oleng akibat menabrak batang pohon sebelum akhirnya terbalik.
“Itu hasil keterangan sementara dari motorisnya,” ujar Fachry. Dari hasil evakuasi korban, 51 orang yang terdaftar di dalam manifes, delapan di antaranya meninggal dunia, sementara satu lainnya dinyatakan hilang.
Data pada manifes itu juga, kata Fachry, masih dalam tahap pencocokan. Sebab, sering kali data yang terdapat di dalam manifes tidak sesuai dengan jumlah riil penumpang. “Ada dua penumpang yang masih kita cocokkan, karena penumpang anak ini kadang tidak terdata,” urainya.
Penumpang yang masih dalam tahap pencarian pun semuanya adalah anak-anak. Hingga berita ini dihimpun, Polres masih terus mengkoordinasikan data ini kepada pihak agen speedboat, KSOP, serta KP3.
Sementara itu, salah satu korban selamat, Muhammad Nur Fitrah (16) mengaku, speedboat sudah miring sejak bertolak dari Pelabuhan Kayan II. Ia merasakan, speedboat seperti kelebihan beban sehingga posisinya tidak seimbang. “Dari awal itu sudah miring. Karena banyak orang, terutama anak-anak yang dipangku sama orangtuanya,” ungkapnya.
Selang tak beberapa lama setelah bertolak dari pelabuhan, Fitrah pun seperti mendengar benturan yang mengakibatkan speedboat berbalik hingga 180 derajat. Dalam posisi terbalik semua penumpang berteriak dan menangis. Momen tersebut tidak berlangsung lama karena kondisi air yang terus naik. “Saya langsung tarik pelampung dan keluar lewat pintu depan,” tuturnya.
Setelah berhasil keluar dengan pelampung, Fitrah masih harus menunggu beberapa saat lagi sebelum kemudian datang pertolongan. Dalam kondisi sudah di luar speedboat, pria yang menempuh pendidikan di Samarinda ini tidak bisa berbuat banyak untuk menolong korban lainnya dikarenakan ia juga tak bisa berenang. “Setelah keluar saya menunggu pertolongan lama, sampai saya sempat hanyut terbawa arus,” imbuh dia. (*)

Leave a Comment