EKONOMI KALTARA

6,62 Persen, Pertumbuhan Ekonomi Kaltara Tertinggi di Kalimantan

Kota Tanjung Selor

tingkat-kepercayaan-konsumen-asia-pasifik-stabil-Xw1WX0OtneTANJUNG SELOR, lintasbenuanta.com – Pertumbuhan ekonomi di Kaltara menunjukkan tren positif dalam paruh tahun 2017 ini. Memasuki Triwulan ke III 2017, pertumbuhan ekonomi provinsi paling muda di Indonesia ini, tercatat sebagai yang tertinggi di Pulau Kalimantan. Dengan angka pertumbuhan sebesar 6,62 persen (Y-on-Y).
Tren tersebut mengalahkan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sempat tertinggi pertumbuhan ekonominya di Pulau Kalimantan dan Nasional pada triwulan I-2017 lalu.
“Pertumbuhan ekonomi di Kalteng justru melorot ke-posisi tiga pada triwulan III-2017. Sedang Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) pertumbuhan ekonominya berada di posisi II dengan pertumbuhan sebesar 6,44 persen,”ujar Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie, mengutip laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim-Kaltara.
Setelah Kaltara, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,13 persen sehingga menempatkan provinsi ini di posisi keempat. Kalimantan Timur (Kaltim) yang notabene provinsi induk Kaltara, pertumbuhannya paling rendah, hanya sebesar 3,54 persen. “Pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan ini berdasarkan rilis Badan BPS, tertanggal 7 November,” kata Irianto.
Sebelumnya dalam triwulan II-2017, Provinsi Kaltara juga tercatat sebagai provinsi yang pertumbuhan ekonominya tertinggi di Kalimantan dengan pertumbuhan 6,44 persen.
Dengan persentase pertumbuhan 6,62 persen dalam triwulan III-2017 ini, diketahui sudah melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat tumbuh 5,06 persen.
Berdasarkan data BPS, kata Irianto, secara komulatif perekonomian Provinsi Kaltara selama triwulan I-2017 sampai dengan triwulan III-2017 tumbuh sebesar 6,44 persen (C-on-C).
Lapangan usaha penyedia akomodasi dan makanan minuman memberi kontribusi pertumbuhan sebesar 11,61 persen. Kemudian lapangan usaha pertambangan dan penggalian berkontribusi sebesar 6,73 persen. Disusul lapangan usaha pertanian, kehutanan, perikanan sebesar 4,04 persen.
“Sektor konstruksi kita juga mengalami pertumbuhan 5,36 persen. Ini tidak lepas dari banyaknya kegiatan konstruksi yang berlangsung sepanjang tahun 2017,” ujarnya.
Konstruksi yang dilakukan di tahun-tahun sebelumnya kata Irianto turut memberi kontribusi positif. Artinya perbaikan dan pembangunan infrastruktur dasar seperti akses jalan yang dilakukan oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat sudah memberi dampak signifikan bagi kelancaran pergerakan ekonomi.
“Jasa angkutan udara juga terus jalan. Baik itu ke perbatasan, maupun akses langsung ke daerah tetangga seperti ke Provinsi Kaltim. Selain di Tarakan, di Tanjung Selor juga sudah ada akses penerbangan langsung ke Balikpapan, dan sebaliknya,” ujarnya.
Walau mencatatkan pertumbuhan tertinggi, struktur perekonomian Kalimantan Utara terhadap Pulau Kalimantan keseluruhan hanya mencapai 6,83 persen.
Provinsi Kaltim merupakan provinsi yang mendominasi struktur perekonomian Pulau Kalimantan dengan presentase sebesar 51,59 persen. Disusul Kalbar sebesar 15,86 persen, Kalsel 14,59 persen, dan Kalteng 11,13 persen. Terakhir Kaltara sebesar 6,83 persen. (humas)

Leave a Comment