KALTARA

Penerbangan Kalstar Distop Sementara

Pesawat Kalstar yang melayani beberapa rute penerbangan di Kaltara.
Pesawat Kalstar yang melayani beberapa rute penerbangan di Kaltara.

Pesawat Kalstar yang melayani beberapa rute penerbangan di Kaltara.

JAKARTA, lintasbenuanta.com – Mulai hari ini (30/09), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI menghentikan sementara penerbangan maskapai Kalstar Aviation. Tak terkecuali yang ke Kalimantan Utara (Kaltara). Penghentian ini, karena operator penerbangan tersebut belum dapat memenuhi standar teknis maupun finansial yang telah ditetapkan regulator.
Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kemenhub RI Agus Santoso mengungkapkan, sampai dengan 29 September 2017, Kalstar tercatat mengoperasikan empat rute penerbangan, yaitu Surabaya-Pangkalanbun, Pangkalanbun-Ketapang, Ketapang-Pontianak, serta Samarinda-Berau dan beberapa kota di Kaltara.
Namun, kata dia, pihaknya terpaksa menghentikan sementara beberapa rute tersebut mulai 30 September 2017 pukul 00.01 WIB, karena Kalstar tak memenuhi standar teknis ataupun keuangan. “Kami memberikan kesempatan kepada Kalstar Aviation untuk bisa membenahi diri supaya dapat bertahan ke depannya. Kami menghentikan operasinya di beberapa tempat supaya mereka bisa menata diri untuk lebih baik lagi,” jelas Agus di Jakarta, Jumat (29/09) kemarin.
Dia menegaskan, penghentian operasi ini bersifat sementara dan dapat dicabut jika Kalstar sudah sesuai dengan persyaratan. Selain itu, ditambahkan, penyetopan operasi penerbangan ini pun tak membekukan manajemen Kalstar. “Diberhentikannya (operasi penerbangan) ini sampai mereka bisa memenuhi persyaratan, yang kami serahkan kepada manajemen,” imbuh Agus.
Lebih lanjut, Agus meminta, maskapai-maskapai lain agar melayani rute yang ditinggalkan sementara oleh Kalstar demi ketersediaan pelayanan kepada masyarakat. Akan tetapi, sampai Jumat (29/9) sore, belum ada operator penerbangan lain yang menyatakan minatnya guna melayani rute-rute itu. “Nanti, maskapai-maskapai yang mengoperasikan ATR 42 atau ATR 72 yang kami upayakan untuk menggantikan rute yang ditinggalkan Kalstar,” terang Agus.
Atas adanya penyetopan operasi yang berlaku mulai Sabtu (30/9), Agus menjamin, masyarakat yang sudah memesan tiket penerbangan Kalstar bakal mendapatkan kembali uangnya (refund) dari pihak operator. “Penumpang tidak ada yang telantar,” tegas Agus.
Di tempat yang sama, Direktur Angkutan Udara Kemhub Maria Kristi Endah Murni menyebutkan, keputusan penyetopan operasi penerbangan sementara bagi Kalstar tidak diambil tiba-tiba. Menurutnya, keputusan sudah mempertimbangkan berbagai aspek, yang intinya demi keberlangsungan Kalstar selanjutnya.
Kendati begitu, Kristi enggan menjelaskan, penyebab penyetopan operasi ini secara mendetail. “Sebagai pembina, kami tidak berani share penyebabnya karena itu sesuatu yang tidak bisa dibagi. Kami sebagai pembina hanya melihat ada yang tidak beres, ya makanya kami putuskan hal itu supaya mereka menjadi lebih baik,” paparnya. (int)

Leave a Comment