KALTARA

22 Calon Praja IPDN dari Kaltara Lulus 100 Persen

Gubernur bersama para calon praja IPDN dari Kaltara.

Dapat Pengecualian, Setelah Gubernur Surati Kemendagri untuk Minta Tambahan

Gubernur bersama para calon praja IPDN dari Kaltara.

Gubernur bersama para calon praja IPDN dari Kaltara.

JAKARTA, lintasbenuanta.com – Sebanyak 22 Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) asal Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang mengikuti Penentuan Akhir (Pantukhir) di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang Jawa Barat pada 12 sampai dengan 19 Agustus 2ta awal Calon Praja IPDN untuk Kaltara adalah 20 orang. Namun, beberapa waktu lalu Pemprov, melalui gubernur menyurat ke Kementerian Dalam Negeri dan pihak Kampus IPDN agar mendapat tambahan kuota. Sehingga 22 calon praja yang mengikuti tes pantukhir bisa lulus semua.

Dikatakan gubernur proses seleksi Penerimaan Calon Praja IPDN di Kaltara sejak tahun sebelumnya telah dilakukan secara terbuka, kompetitif, dan berintegritas. Oleh karena itu pada tahapan seleksi di daerah yang diselenggarakan oleh Tim Penerimaan Capra IPDN Tahun 2017 Kaltara mampu untuk menghasilkan 22 putra-putri terbaik Kaltara.

Lolosnya 22 putra-putri Kaltara menjadi Praja IPDN, mendapat sambutan positif dari gubernur Kaltara. Irianto pun mengharapkan kepada para calon praja IPDN Kaltara dapat menjadi sumber daya bagi Kementerian Dalam Negeri dalam mempersiapkan kader-kader yang berkualitas yang nantinya akan bertugas di berbagai kabupaten dan kota di provinsi seluruh Indonesia.

“Untuk itu, agar nama-nama yang dinyatakan lulus segera mempersiapkan diri. Karena para Praja akan menempuh pendidikan lebih ketat lagi,” kata Irianto.

Disampaikan, berdasarkan informasi yang dioperoleh dari 1.477 calon praja se Indonesia yang mengikuti tes pantukhir di Kampus IPDN, sebanyak 229 calon praja di antaranya tidak lolos. “Dari 34 provinsi, hanya Kaltara yang 100 persen lulus. Ini karena memang ada kebijakan khusus, setelah kita mengirim surat kepada Kemendagri dan pihak kampus IPDN. Alhamdulillah disetujui, dengan pertimbangan karena Kaltara sebagai daerah baru yang masih sangat membutuhkan banyak SDM (sumber daya manusia),” ujarnya.

Gubernur menambahkan, selanjutnya kepada para calon praja yang lolos ini, dijadwalkan nanti akan mengikuti pengenalan kampus selama satu minggu. Setelah itu dilanjutkan mengikuti pendidikan dasar di Akademi Kepolisian Semarang selama 1 bulan.

Sementara itu, Gubernur kembali menyampaikan beberapa pesan kepada para calon praja yang akan mengikuti studi di kampus IPDN. Di antaranya, agar senantiasa menjaga nama baik, diri sendiri, keluarga dan juga nama baik daerah selama menempuh pendidikan nanti.

“Jaga diri, jaga nama baik keluarga, terutama kedua orang tua, dan juga daerah. Jaga nama baik provinsi Kalimantan Utara,” pesan Irianto.

Selain menjaga nama baik, gubernur juga berpesan selalu bersyukur. “Bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Juga berterima kasih kepada kedua orang tua,” ujar gubernur kepada 22 putra-putri dari lima kabupaten/kota se Kaltara yang lolos menjadi praja IPDN.

Pesan selanjutnya, gubernur meminta kepada para calon praja untuk belajar mandiri. Begitu juga kepada para orang, diharapkan, tidak terlalu memanjakan anak. “Beri sedikit keleluasaan kepada anak, supaya bisa mandiri. Meski tetap dengan pengawasan. Kenapa anak harus mandiri? Karena masa depan anak, adalah mereka sendiri yang menentukan, bukan kita sebagai orang tua. Orang tua hanya mengarahkan, dan mendukung saja,” ujarnya.

gubernur juga meminta agar para praja dan putra-putri Kaltara lainnya untuk tidak takut berinovasi. “Jangan takut mengembangkan bakat. Boleh rendah hati, tapi jangan rendah diri, apalagi tidak percaya diri. Melalui bakat yang dikembangkan secara maksimal, akan bisa membawa ke kesuksesan,” kata Irianto.

Pesan yang terakhir, gubernur menekankan kedisiplinan. Sebagai calon aparatur sipil negara, para calon praja IPDN sejak dini harus membiasakan disiplin. “Jangan sampai ada yang melanggar peraturan yang sudah ditetapkan di tempat menempuh ilmu nanti. Kalau sampai ada yang melanggar, saya tidak segan-segan meminta agar dikeluarkan dari tempat pendidikan,” pungkasnya. (humas)

 

Leave a Comment