NUNUKAN

Warga Banyak Sesalkan Tindakan Oknum yang Menodai Gambar Gubernur

BANYAK DIKECAM - Ulah oknum tak bertanggung jawab, yang menodai gambar gubernur Kaltara pada baliho sosialisasi MTQ ke-2 tingkat Provinsi di Nunukan.
BANYAK DIKECAM - Ulah oknum tak bertanggung jawab, yang menodai gambar gubernur Kaltara pada baliho sosialisasi MTQ ke-2 tingkat Provinsi di Nunukan.

BANYAK DIKECAM – Ulah oknum tak bertanggung jawab, yang menodai gambar gubernur Kaltara pada baliho sosialisasi MTQ ke-2 tingkat Provinsi di Nunukan.

NUNUKAN, lintasbenuanta.com – Tindakan oknum warga yang mencoret gambar Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie, banyak mengundang sorotan. Sebagian masyarakat menyesalkan tindakan tersebut. Karena tidak sesuai dengan norma sopan santun warga Indonesia, utamanya masyarakat Kaltara.
“Sebagai warga Kaltara, saya sedih dan prihatin dengan tidakan oknum warga, entah dia warga Nunukan atau bukan yang menodai gambar bapak gubernur. Suka tidak suka, beliau adalah ‘bapak’ kita. Bapaknya warga Kaltara,” ungkap Iwan, salah satu warga.
Pria yang sehari-harinya sebagai wiraswasta itu mengatakan, wajar kalau ada yang marah, termasuk dirinya sebagai warga Kaltara. “Beliau menjadi gubernur karena dipilih oleh puluhan ribu warga. Bagaimana mungkin seorang anak akan diam saja, jika bapaknya/orang tuanya dihina. Ya mungkin masyarakat tidak ingin suasana keruh hanya gara-gara oknum yang tidak bertanggungjawab seperti itu,” ujarnya.
Warha lainnya juga menyayangkan tindakan tersebut. Sebagai orang tua, gubernur dan wakil gubernur harusnya dihormati. Bukan malah dihina-hina. “Dalam ajaran agama sangat dianjurkan, agar kita patuh dan menghormati orang tua,” kata Roby, warga lainnya.
“Saya menilai tindakan ini sebagai bentuk menurunnya moral atau nilai-nilai budaya sebagian oknum masyarakat, sebagai Warga Negara Indonesia, terlebih Kalimantan Utara yang selalu memegang teguh norma agama dan sopan santun,” tandasnya.
Apalagi bagi umat Islam bulan ini adalah bulan Sya’ban-bulan sebelum memasuki bulan mulia, bulan penuh rahmat dan pengampunan-Ramadhan 1438 H.
Pada bulan Sya’ban umat Islam dianjurkan utk banyak beristigfar meminta ampun/bertaubat kpd Allah SWT.
“Sebagai warga Kaltara, saya prihatin dengan apa yang dilakukan itu. Apalagi Nunukan menjadi tuan rumah MTQ Provinsi tahun 2017. Mestinya warga Nunukan bisa menjaga nama baik Nunukan. Apalagi acara ini banyak warga dari kabupaten dan kota se Kaltara,” sambung Siti, warga lainnya.
Tindakan tak terpuji itu juga mengundang reaksi para netizen. Kebanyakan mereka mengecam pelakunya. “Ini sungguh perbuatan pengecut. Boleh mengkritisi, tapi yabg elegant. Jangan menyerang pribadi orang, apalagi dengan cara-cara pengecut seperti ini,” kata salah satu pemilik akun di Media soaual Facebook. (ezn)

Leave a Comment