KALTARA

Pembangunan RSUD Type B Tanjung Selor Dimulai Tahun Ini

Gambar Masterpland RSUD Type B Tanjung Selor.

Lebih Stretagis, Lokasi Dipindah di KM 4 Tanjung Selor

Gambar Masterpland RSUD Type B Tanjung Selor.

Gambar Masterpland RSUD Type B Tanjung Selor.

JAKARTA, lintasbenuanta.com – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) type B di Tanjung Selor, dipastikan bakal dimulai tahun ini. Pembebasan lahan sudah clear, selanjutnya akan dimulai land clearing atau pematangan lahan.

Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, pembangunan rumah sakit besar ini menggunakan sistem multiyears atau tahun jamak yang dimulai 2017. Pendanaannya menggunakan dana talangan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), perseroan di bawah kementerian keuangan RI.

“Dalam bulan-bulan ini sudah bisa dimulai proses land clearing-nya. Untuk kegiatan land clearing atau pematangan lahan menggunakan APBD Provinsi 2017, karena di luar dana yang dari PT. SMI,” jelas Irianto.

Setelah proses land clearing selesai yang ditargetkan dalam jangka waktu 2-3 bulan ke depan, langsung dilanjutkan dengan konstruksi bangunan rumah sakit.

Untuk pembangunan rumah sakit ini, Irianto menyebutkan dibutuhkan anggaran sebesar kurang lebih Rp 340 miliar, yang semuanya didanai melalui pinjaman dari PT. SMI. “Karena dengan sistem multiyears tentunya pengerjaannya terus menerus sampai selesai. Mengenai pendanaan tidak masalah, karena PT. SMI siap menyediakan dana itu,” ungkapnya.

Dikatakan Irianto, pelayanan kesehatan menjadi urusan wajib yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga sangat penting dan prioritas. Oleh karena itu lah, Pemprov Kaltara meminjam dana talangan dari PT SMI, untuk mempercepat pembangunan rumah sakit tersebut.

“Disamping infrastruktur dan peningkatan Sumber Daya Manusia atau pendidikan, kesehatan juga sangat penting dan kita prioritaskan,” tegas Irianto.

Gubernur mengatakan, karena beberapa pertimbangan, lokasi calon rumah sakit terbesar di ibukota Kaltara itu dipindahkan lokasinya. Jika sebelumnya tak jauh dari RSUD Tanjung Selor sekarang, dipindahkan ke Kilometer (KM) 4, tak jauh dari kawasan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor. “Pertimbangannya lokasi lebih representatif, karena berada di kawasan Kota Baru Mandiri. Kemudian dapat diakses dari dari daerah lain,” jelasnya.

Terkait dengan lahan, sudah clear. Irianto mengatakan, lahan tersebut merupakab hibah dari masyarakat. “Sekarang dalam proses di notaris, untuk legalitasnya. Mudahan dalam satu dua minggu ini sudah selesai,” tambah Irianto.

Lahan yang sudah siap ada 7,5 hektare. Selain bangunan utama rumah sakit, nantinya juga akan dilengkapi dengan perumahan perawat, tenaga medis dan para dokter. “Yang sudah dibebaskan 7,5 hektare. Tapi di sekitarnya masih ada sekitar 50 hektare yang bisa digunakan,” kata Irianto lagi.(humas)

Leave a Comment